BOJONEGORORAYA – Benda-benda bersejarah di Bojonegoro bakal punya tempat yang lebih apik dan proper–sebuah museum baru.
Museum anyar itu saat ini sedang disiapkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Bojonegoro. Setengah jadi. Belum beroperasi.
Lokasi museum baru tersebut berada di selatan Alun-Alun Bojonegoro. Menempati bekas Kantor Inspektorat Bojonegoro. Berlantai dua.
Kepala Disbudpar Bojonegoro Welly Fitrama membenarkan hal ini. Beberapa waktu lalu, pihaknya memodifikasi bekas Kantor Inspektorat Bojonegoro.
Modifikasi dilakukan agar bekas Kantor Inspektorat Bojonegoro lebih bagus dan proper sebagai etalase benda-benda bersejarah. Plus enak dikunjungi.
Hingga saat ini, kata Welly, Disbudpar Bojonegoro masih berkoordinasi dengan Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) terkait pengoperasiannya.
“Insyaallah, museum baru itu soft launching-nya tahun ini,” ujarnya saat diwawancara Bojonegoro Raya di Pendapa Malawapati, Kamis (17/4/2025).
Benda-benda bersejarah untuk isi museum baru, saat ini sudah di dalam bekas Kantor Inspektorat Bojonegoro. Belum tertata. Beberapa di luarnya.

Kepala Disbudpar Bojonegoro sejak Februari 2025 ini meneruskan, museum baru di bekas Kantor Inspektorat Bojonegoro itu dinamai Museum Rajekwesi.
“Namanya seperti yang lama. Tapi, itu nama sementara. Bisa saja berubah,” imbuhnya.
Soal perubahan nama tersebut, Welly mengatakan, perlu masukan publik. Namun, tidak sekadar masukan saja. Melainkan, harus ada kajiannya.

Dia meneruskan, ada sejumlah alasan mengapa museum baru ditempatkan di bekas Gedung Inspektorat Bojonegoro. Di antaranya, lokasinya strategis. Tengah kota.
“Selain itu, dekat dengan Gedung Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro,” imbuhnya.
Jadi, nanti ada kemudahan-kedekatan integrasi antara Gedung Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro dan Museum Rajekwesi.
“Enak untuk kegiatan walking tour,” pungkas mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro ini.
Diketahui, beberapa tahun ke belakang, Bojonegoro tidak punya museum yang laik. Benda-benda bersejarah di Bojonegoro seolah terlantar.
Benda-benda punya riwayat tersebut pernah ditempatkan ala kadarnya di Mess Persibo Bojonegoro (sekarang Kantor Baznas Bojonegoro).
Pernah juga ditampung di salah satu ruang studi Sekolah Model Terpadu (SMT) Negeri Bojonegoro, Desa Sukowati, Kecamatan Kapas, Bojonegoro. (sab/kza)


