Asesmen UGGp Hari Pertama: Menegaskan The Unique Petroleum System on Land

MENDALAMI: Lie Yue (topi putih) saat menyimak penjelasan mengenai Formasi Bulu Beji, dalam asesmen Geopark Bojonegoro, Selasa (28/7/2026) sore. (Foto: Yusab Alfa Ziqin/Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA – Asesmen Geopark Bojonegoro menuju UNESCO Global Geopark (UGGp) dimulai pekan ini. Dua asesor dari UNESCO yakni Andreas Josef Schuller dan Lie Yue, telah tiba di Bojonegoro.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wabup Bojonegoro Nurul Azizah, dan para jajaran dari Badan Pengelola Geopark Bojonegoro serta organisasi perangkat daerah (OPD), menyambut keduanya di Gedung Putih, Senin (27/7/2026) malam.

Beberapa individu dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Pariwisata, Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI), Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), dan Bappeda Jawa Timur (Jatim), turut menyambut.

Selasa (28/7/2026) pagi, dua asesor asal Jerman dan Cina itu memulai kunjungan lapangannya, didampingi para terkait. Diawali menilik Gedung Pusat Informasi Geologi (PIG) Geopark Bojonegoro di Jalan Panglima Sudirman, perkotaan Bojonegoro.

Setelahnya, mereka mengunjungi situs Geopark Bojonegoro di wilayah barat: Antiklin Kawengan, Rumah Singgah Wonocolo, kebun alpukat, Teksas Wonocolo, Formasi Wonocolo Hargomulyo, dan Formasi Bulu Beji. Seluruhnya di Kecamatan Kedewan.

Dibantu seorang penerjemah, Andreas Josef Schuller dan Lie Yue mendapat penjelasan ihwal situs-situs yang dikunjungi. Mereka tampak serius. Mengamati jeli. Aktif bertanya dan mencatat. Memotret sesekali untuk mengambil dokumentasi.

Di Rumah Singgah Wonocolo, dua asesor itu mendapat suguhan kuliner khas desa setempat. Yakni, sego gulung dan es dawet Wonocolo. Di lokasi yang sama, aneka produk UMKM Bojonegoro disajikan. Mulai makanan ringan, hingga bermacam kerajinan.

Saat mengamati Formasi Wonocolo Hargomulyo, Andreas Josef Schuller dan Lie Yue juga sempat melihat bagaimana masyarakat setempat menambang minyak bumi secara tradisional. Mereka tampak terpana. Tidak ada di negara mereka.

Di situs terakhir, yakni di Formasi Bulu Beji, Andreas Josef Schuller dan Lie Yue pun tidak sekadar mengamati formasi batuan resevoir minyak bumi tersebut. Mereka juga sempat menyeduh kopi Beji. Asli dataran tinggi Desa Beji.

Baca Juga :  Geopark Bojonegoro Diasesmen UNESCO Akhir Juli, Asesornya dari Jerman dan Cina

General Manager Badan Pengelola Geoopark Bojonegoro Andik Sudjarwo mengatakan, secara keseluruhan, asesmen Geopark Bojonegoro oleh dua asesor dari UNESCO pada hari pertama ini berjalan lancar.

‘’Semoga mendapat hasil yang terbaik untuk Geopark Bojonegoro,’’ harapnya saat diwawancara Bojonegoro Raya, ketika mendampingi asesmen tersebut, Selasa (28/7/2026) sore.

Asisten Daerah II Sekretariat Daerah (Setda) Bojonegoro ini mengemukakan, asesmen hari perdana itu menyasar geosite-geosite yang berkait kuat dengan tema Geopark Bojonegoro. Yaitu, The Unique Petroleum System on Land.

‘’Geosite-geosite yang diasesmen pada hari pertama ini, sangat kuat kaitannya dengan The Unique Petroleum System on Land, sebagaimana tema (Geopark Bojonegoro, red) kita,’’ jelasnya.

Kepala Bappeda Bojonegoro Helmy Elizabeth mengatakan hal senada. Dia menambahkan, sepanjang asesmen hari pertama ini, Andreas Josef Schuller dan Lie Yue tampak senang. Tertarik dengan setiap situs Geopark Bojonegoro.

‘’Mereka interest. Terutama Mr. Andreas. Karena disiplin ilmunya geologi,’’ tutur Helmy Elizabeth saat diwawancara Bojonegoro Raya, kala mendampingi asesmen itu, Selasa (28/7/2026) sore.

Lebih lanjut, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPU-SDA) Bojonegoro ini meneruskan, asesmen hari kedua akan dilakukan Rabu (29/7/2026) besok. Sejak pagi hingga sore, dilanjutkan malam. Targetnya enam situs.

‘’Meliputi Kedung Lantung, sentra batik Temayang, hutan jati Gondang, Banyu Kuning, Negeri Atas Angin, dan Kayangan Api,’’ jelasnya. (sab/kza)

error: Content is protected !!