Bus DAMRI Diusulkan Tambah Rute Bojonegoro–Sarangan, Dishub Bojonegoro Sambut Baik

ANGKUTAN UMUM: Bus DAMRI diusulkan punya rute Bojonegoro–Sarangan. (Foto: Antara)

BOJONEGORORAYA — Bus DAMRI yang bergarasi di Terminal Maospati, Magetan, berpotensi menambah rute operasionalnya.

Bus dioperasikan perusahaan negara atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu diusulkan memiliki rute baru: Bojonegoro–Sarangan.

Usul tersebut disampaikan Ketua DPRD Magetan Suratno baru-baru ini. Diberitakan sejumlah media lokal setempat.

Adapun, usul dimaksud disebut bukan untuk memperbanyak moda transportasi atau meningkatkan konektivitas antarwilayah di Jatim semata.

Tapi, juga bagian dari strategi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Serta, merangsang kunjungan wisatawan ke Telaga Sarangan atau Magetan.

Suratno juga mengemukakan, usulan rute baru bus DAMRI tersebut sudah dikoordinasikan dengan Dishub Jatim dan kementerian terkait.

Merespons usulan rute baru bus DAMRI Bojonegoro–Sarangan, Kepala Dishub Bojonegoro Welly Fitrama menyatakan, pihaknya menyambut baik.

‘’Kami mengapresiasi inisiasi penyediaan dan penggunaan moda transportasi umum,’’ tuturnya saat dihubungi Bojonegoro Raya, Rabu (1/4/2026) siang.

Dia meneruskan, inisiasi rute Bojonegoro–Sarangan bagi bus DAMRI itu akan mendorong penguatan perekonomian antarkabupaten sepanjang rute.

Selain itu, juga akan memberikan kemudahan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat Bojonegoro menuju Ngawi dan Magetan atau sebaliknya.

‘’Khususnya, dalam menggunakan transportasi umum,’’ imbuh pejabat Pemkab Bojonegoro akrab disapa Welly tersebut.

Dia meneruskan, ke depan tentu Dishub Jatim akan mengkaji. Menilai berbagai hal mengenai idealitas rute baru bus DAMRI Bojonegoro–Sarangan.

‘’Sebab, saat ini juga sudah ada bus AKDP (antar kota dalam provinsi, red) Bojonegoro–Ngawi,’’ pungkas alumnus IPDN tersebut.

Terpisah, perwakilan Paguyuban Driver Wisata Bojonegoro Yudi menyampaikan, pihaknya tidak cemas atas usul rute baru bus DAMRI Bojonegoro–Sarangan.

Dia optimistis, jika rute baru itu terealisasi, operasional bus DAMRI tidak akan mengganggu bisnis angkutan wisata miliknya dan para sejawatnya.

‘’Sebab, jam keberangkatan atau operasional bus DAMRI tidak fleksibel. Armadanya juga tidak banyak,’’ ujarnya, Rabu (1/4/2026) siang.

Baca Juga :  PLN UP3 Bojonegoro Kirim Tim Relawan ke Aceh, Bantu Percepatan Pemulihan Kelistrikan Pascabencana

Bahkan, driver dan pebisnis angkutan wisata sejak 2016 itu melanjutkan, jika bus DAMRI mengoperasikan banyak armada, pihaknya tetap optimistis.

‘’Kebutuhan penyewa (angkutan wisata, red) mungkin tetap tidak akan bisa dipenuhi oleh operasional bus DAMRI,’’ tuturnya. (sab/kza)

error: Content is protected !!