Butuh Solar, Antrean Kendaraan Mengular ke Badan Jalan

MENGULAR KE BADAN JALAN: Puluhan kendaraan antre di SPBU Veteran, perkotaan Bojonegoro, Sabtu (8/11/2025) malam. Butuh solar. (Foto: Yusab Alfa Ziqin/Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA – SPBU di Jalan Veteran, perkotaan Bojonegoro dipadati puluhan kendaraan roda empat. Sama antre. Mengular sampai ke badan jalan.

Fenomena itu terjadi akibat puluhan mobil, truk, hingga bus tersebut butuh solar dari SPBU Veteran. Para pengendaranya menyebut, solar tengah langka.

‘’Antre solar ini. (Solar, red) Sedang langka. Di sini ada,’’ ujar Firman saat ditemui di SPBU Veteran, Sabtu (8/11/2025) malam.

Sopir truk itu berharap, ketersediaan solar segera ada di SPBU Bojonegoro lainnya. Agar, dirinya tidak perlu antre. Hemat waktu juga tenaga.

‘’Sudah ke mana-mana, hanya di sini (SPBU Veteran, red) yang ada solarnya,’’ imbuh sopir truk asal Tuban itu.

Pemkab Bojonegoro cukup mengatensi kelangkaan solar yang dilaporkan terjadi di sejumlah SPBU Bojonegoro tersebut.

Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (DisdafkopUM) Bojonegoro mengawasi, fenomena itu terjadi setidaknya selama sepekan terakhir.

Merespons hal itu, Kepala DisdagkopUM Bojonegoro Retno Wulandari mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga.

‘’Untuk mencari penjelasanan dan solusi terbaik atas kondisi (kelangkaan solar, red) ini,’’ ujarnya.

Hasilnya, kata Retno sapaannya, Pertamina Patra Niaga telah memasok solar untuk SPBU di Bojonegoro sesuai kuota yang ditetapkan.

Namun, sejak 21 Oktober 2025, mekanisme pengiriman BBM ke SPBU berubah. Pengiriman kini hanya dilakukan sesuai kuota plotting.

‘’Tanpa dapat dilakukan penambahan kuota sebagaimana sebelumnya,’’ jelasnya.

Dengan penjelasan itu, lanjut dia, pihaknya akan lebih aktif memastikan distribusi BBM ke SPBU di Bojonegoro berjalan baik. Khususnya BBM jenis solar.

Terpisah, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara (Jatimbalinus) Ahad Rahedi juga merespons hal ini.

Dia menegaskan, penyaluran BBM di Bojonegoro, selama ini dilakukan sesuai dengan kuota, Juga dikoordinasikan dengan pemerintah daerah. Tidak ada BBM langka.

Baca Juga :  SKK Migas Jabanusa Gelar Lokakarya Media, Bahas Peran Optimal Media Lokal

‎’’Jika ada yang (BBM, red) kosong, itu statusnya sedang dalam pengiriman. Kami terus memantau stok BBM di masing-masing SPBU,” jelasnya.

‎Ahad meneruskan, pengiriman BBM ke masing-masing SPBU di wilayah Jatimbalinus selalu menyesuaikan kuota yang telah ditetapkan.

‘’Per Triwulan III 2025, pengiriman BBM jenis solar untuk SPBU di Bojonegoro sudah terealisasi 46 ribu KL (kiloliter, red) atau 79 persen dari kuota 2025,’’ imbuhnya. ‎(sab/kza)

error: Content is protected !!