DBHCHT Bojonegoro Turun Drastis, Hanya Rp 64,4 miliar

PENYUMBANG PAJAK: Salah satu buruh tani tembakau di Bojonegoro. Berhak menerima BLT DBHCHT. (Foto: Dinkominfo Bojonegoro)

BOJONEGORORAYA — Dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) yang diterima Pemkab Bojonegoro tahun ini, turun drastis.

2025 kemarin, DBHCHT Bojonegoro senilai Rp 119,8 miliar. Tahun ini, Rp 64,4 miliar. Berkurang 46,2 persen. Menyusut hampir separuh.

Kendati demikian, DBHCHT 2026 Bojonegoro relatif besar di Jawa Timur. Terbanyak nomor lima. Di bawah Pasuruan, Malang, Kediri, Jember.

Hal tersebut sebagaimana ketetapan pemerintah pusat melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 12 Tahun 2026. Diteken Purbaya Yudhi Sadewa.

Apa penyebab turunnya DBHCHT 2026 Bojonegoro, masih belum pasti. Kepala Bagian Perekonomian Setda Bojonegoro Laela Noer Aeny belum menerangkan.

‘’Wait (tunggu, red),’’ ujar pejabat akrab disapa Aeny itu, kepada Bojonegoro Raya, Jumat (22/5/2026) siang.

Untuk diketahui, DBHCHT dari pemerintah pusat cukup penting bagi daerah penghasil maupun pengolah tembakau seperti Bojonegoro.

Sesuai petunjuk Permenkeu Nomor 22 Tahun 2026, DBHCHT digunakan untuk mendanai berbagai program propertanian dan industri tembakau.

Selain itu, DBHCHT juga mendanai ragam program kesehatan masyarakat. Misal, membayar premi Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan.

DBHCHT juga mendanai program peningkatan sarana-prasarana kesehatan. Misal, membeli alat-alat medis hingga membangun gedung medis.

Baru-baru ini, Pemkab Bojonegoro gelontorkan Rp 13,9 miliar DBHCHT 2026 untuk memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada para buruh pabrik rokok.

Total, 15.972 buruh pabrik rokok menerima BLT DBHCHT itu. Mereka warga Bojonegoro yang bekerja di 42 perusahaan rokok di Bojonegoro, enam di luar Bojonegoro.

Per buruh, dapat BLT DBHCHT 2026 senilai Rp 875.000. Nominal ini berkurang lebih dari separuh daripada BLT DBHCHT 2025 yang nominalnya Rp 1.800.000.

Wabup Bojonegoro Nurul Azizah menuturkan, nominal BLT DBHCHT tergantung besaran DBHCHT yang diterima Pemkab Bojonegoro.

Baca Juga :  Rapat Stakeholder, PLN Sosialisasikan Keselamatan Ketenagalistrikan dan Kemudahan Layanan

Tahun ini, meski nominal BLT DBHCHT lebih kecil dari tahun sebelumnya, Wabup  Nurul Azizah berharap semua pihak tetap bersyukur menerima.

‘’Tidak semua kabupaten dapat (BLT DBHCHT, red),’’ tuturnya saat penyaluran BLT DBHCHT 2026 di MPS Dander, Rabu (20/5/2026) kemarin. (sab/kza)

error: Content is protected !!