May Day, Aliansi Buruh Bojonegoro Suarakan 17 Tuntutan

ORASI: Arif Rahmanto saat menyuarakan tuntutan dalam aksi Aliansi Buruh Bojonegoro, Jumat (1/5/2026) sore. (Foto: Yusab Alfa Ziqin/Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA — Sekelompok massa menamakan diri Aliansi Buruh Bojonegoro turun ke jalan, Jumat (1/5/2026) sore.

Massa puluhan itu menggelar demonstrasi di depan Gedung DPRD Bojonegoro. Memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day.

Dalam demonstrasi tersebut, para orator melantangkan aneka problem ketenagakerjaan di Bojonegoro. Salah satunya, lestarinya upah murah.

Jika dirangkum secara keseluruhan, massa Aliansi Buruh Bojonegoro setidaknya menyuarakan 17 tuntutan. Mendesak beragam perbaikan.

Arif Rahmanto, salah satu orator mengatakan, persoalan ketenagakerjaan tidak pernah berdiri sendiri. Namun, bertali dengan banyak faktor.

Di antaranya, krisis lapangan kerja, komersialisasi pendidikan, serta ketimpangan akses terhadap kesejahteraan sosial.

‘’Kondisi ketenagakerjaan seperti ini tidak dapat terus dibiarkan,’’ tegasnya, Jumat (1/5/2026) sore.

Ketua Serikat Buruh Konstruksi Indonesia (SBKI) Bojonegoro itu meminta pemerintah menggulirkan langkah konkret untuk mengatasi kondisi tersebut.

‘’Perbaiki sistem ketenagakerjaan secara menyeluruh, adil, dan berkelanjutan,’’ tandasnya.

Untuk diketahui, Aliansi Buruh Bojonegoro yang berdemonstrasi di depan gedung wakil rakyat itu sedikitnya terdiri dari lima organisasi.

Meliputi SBKI, Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Koalisi Perempuan Indonesia, Solidaritas Perempuan, Sarbumusi, serta Germula. (sab/kza)

Baca Juga :  Ratusan Buruh Rokok Geruduk DPRD Bojonegoro, Tolak Draf Perda KTR
error: Content is protected !!