DisdagkopUM Bojonegoro Gelar Temu Bisnis, Pacu Pertumbuhan Ekonomi yang Sinergis

KOMITMEN MENDUKUNG: Bupati Wahono saat memberikan sambutan dalam forum Temu Bisnis, Kamis (11/12/2025) pagi. (Foto: Yusab Alfa Ziqin/Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA — Puluhan pelaku UMKM, manajemen perusahaan swasta, dan direksi badan usaha milik daerah (BUMD) di Bojonegoro, bertemu di Hotel Eastern Bojonegoro, Kamis (11/12/2025).

Mereka saling sapa, berkomunikasi dan menjalin sinergi serta kolaborasi dalam forum bertajuk Temu Bisnis, bertema Sinergi Pemerintahan dan Dunia Usaha Menuju Kemandirian Ekonomi.

Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (DisdagkopUM) Bojonegoro merupakan penyelenggara forum tersebut. Menggagas sinergi dan kolaborasi demi kemandirian ekonomi.

Yang istimewa, forum Temu Bisnis itu dihadiri Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Nurul Azizah, dan Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro Donny Bayu Setiawan.

Sejumlah kepala dan perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) lain Pemkab Bojonegoro juga hadir dalam forum yang berlangsung sejak pagi hingga jelang sore hari tersebut.

Dalam sambutannya pada acara Temu Bisnis, Bupati Wahono menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada DisdagkopUM Bojonegoro yang telah menggagas Temu Bisnis.

“Ke depan, acara seperti (Temu Bisnis, red) ini bisa digelar lagi. Menghadirkan para pelaku usaha yang lebih banyak lagi,” tuturnya, Kamis (11/12/2025) pagi.

Bupati Wahono melanjutkan, Pemkab Bojonegoro berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi yang sinergis dan kolaboratif. Menurut dia, itu bagus sekali. Bersama-sama. Gotong royong.

Soal perizinan, dia menegaskan, pelaku UMKM maupun pengusaha tidak perlu risau. Di eranya, perizinan usaha lebih dimudahkan. Demi pertumbuhan investasi dan ekonomi.

”Kolaborasi dan support dari pemerintah memang kunci pertumbuhan investasi dan ekonomi. Kami berkomitmen untuk itu,” tandasnya.

Sementara, Kepala DisdagkopUM Bojonegoro Retno Wulandari mengemukakan, Temu Bisnis diikuti 66 pelaku UMKM, sebelas pengusaha swasta, tujuh perwakilan perbankan, dan enam pebisnis perhotelan.

Dia menyebut, Temu Bisnis merupakan ruang penting bagi pemerintah daerah, pelaku usaha, serta mitra strategis lainnya dalam memperkuat kolaborasi dan membuka peluang ekonomi baru.

Baca Juga :  Rekrutmen Tenaga Kerja di RSUD Temayang itu Palsu

“Agar, perekonomian di Bojonegoro tumbuh semakin baik. Sinergis dan kolaboratif,” tuturnya.

Pejabat perempuan akrab disapa Retno itu meneruskan, sepanjang 2025 ini, DisdagkopUM Bojonegoro istiqamah menggulirkan program propelaku usaha. Terutama, pelaku UMKM.

Di antaranya, lanjut Retno, pihaknya aktif melakukan pendataan, pelatihan, memfasilitasi pengemasan produk, hingga memasarkan produk UMKM melalui beragam event.

”Baik (event, red) di Bojonegoro, maupun di luar Bojonegoro,” imbuh mantan Kepala DPUBMPR Bojonegoro tersebut. (sab/kza)

error: Content is protected !!