BOJONEGORORAYA — Program e-Bakul yang dirilis Bupati Bojonegoro Setyo Wahono pada pengujung Agustus 2025 lalu, tampak berjalan bagus.
Melalui program populis tersebut, belasan ribu ASN Pemkab Bojonegoro cukup optimal dalam berkontribusi melarisi aneka produk UMKM di Bojonegoro.
Sepanjang bulan pertama atau September 2025, tercatat ada 28.839 transaksi dalam e-Bakul. Total, nilai transaksinya mencapai Rp 3,36 miliar.
Selama bulan kedua atau Oktober 2025, terekap 25.961 transaksi dalam e-Bakul. Total, nilai transaksinya tidak kurang dari Rp 3,67 miliar.
Hal itu diutarakan pewenang e-Bakul sekaligus Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah (Setda) Bojonegoro Dyah Enggarini Mukti.
“Jika dikalkulasi, nilai transaksi e-Bakul sudah tembus Rp 7 miliar dalam dua bulan,” ujarnya kepada Bojonegoro Raya, Sabtu (15/11/2025) siang.
Sementara, lanjut pejabat perempuan akrab disapa Enggar itu, total transaksi e-Bakul selama September—Oktober 2025, mencapai 54.800 kali.
“Untuk UMKM yang terlibat e-Bakul, saat ini jumlahnya terdata 9.212. Khususnya, usaha mikro dan ultra mikro,” imbuh mantan Camat Margomulyo itu.
Enggar meneruskan, pihaknya mensyukuri capaian e-Bakul dalam dua bulan tersebut. Menurut dia, capaian itu menunjukkan e-Bakul berjalan cukup optimal.
Perempuan pernah berdinas di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro itu kembali merefleksi, e-Bakul merupakan ide sederhana. Namun, hasilnya nyata.
e-Bakul, lanjut dia, telah mendorong dan mencatat belanja rutin ASN di UMKM. Mulai belanja makanan, minuman, pakaian, kerajinan, hingga jasa.
“Sehingga, menciptakan permintaan stabil. Memicu omset mereka (UMKM, red) naik secara konsisten,” tuturnya.
Untuk diketahui, berdasarkan data BKPP Bojonegoro, saat ini jumlah ASN Pemkab Bojonegoro mencapai 16.695 orang. Terdiri dari 7.178 PNS dan 9.517 PPPK.
Per awal September 2025 lalu, belasan ribu ASN Pemkab Bojonegoro itu wajib menyisakan sebagian gaji atau tunjangannya untuk melarisi UMKM.
Pemkab Bojonegoro mengajangi kewajiban tersebut melalui program e-Bakul. Sebuah gotong royong digital, menumbuhkan perekonomian lokal. (sab/kza)

