Festival Ayam Panggang Ledok Kulon: 1.500 Potong Ayam Dipanggang Bersama, Sepanjang 100 meter

SEMARAK: Para pengunjung Festival Ayam Panggang saat memanggang ayam bersama. Di atas tungku sepanjang 100 meter. (Foto: Dwi Nurdiantoro/Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA — Sekitar 2.000 orang memenuhi sebagian ruas Jalan Letda Suradji, Kelurahan Ledok Kulon, Bojonegoro. Asap tipis membumbung ke langit. Aroma ayam panggang semerbak. Wenak.

Memang. Lebih kurang 2.000 orang itu sedang memanggang ayam bersama. Tua, muda, anak-anak. Serentak. Semarak. Dalam Festival Ayam Panggang, Sabtu (8/8/2026) malam.

Sedikitnya, ada 1.500 potong ayam dipanggang. Bagian paha, dada, sayap, dan lainnya. Sudah dibumbui. Pengunjung beli kupon Rp 10.000 untuk dapat sepotong, plus sambal dan nasi.

Potongan ayam itu lalu dipanggang pengunjung secara mandiri. Bareng-bareng di lokasi. Riuh sekali. Tungku panggang yang berbara arang, membentang panjang. 100 meter.

Adapun, pengunjung Festival Ayam Panggang tersebut bukan saja warga Kelurahan Ledok Kulon. Namun, juga dari wilayah lain. Beda kelurahan maupun kecamatan, bahkan luar Bojonegoro.

Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Nurul Azizah salah satu pengunjung festival tersebut. Dia hadir bersama suami dan saudari. Juga bersama dua kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Bojonegoro.

Yakni, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro Elzadeba Agustina dan Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (DisdagkopUM) Bojonegoro Moh. Akhmadi.

Jajaran Forkopimcam Bojonegoro dan Pemerintah Kelurahan Ledok Kulon pun turut meramaikan. Semuanya bareng-bareng memanggang ayam. Makan-makan. Senang-senang.

Dalam sambutannya, Wabup Nurul Azizah menyampaikan, Festival Ayam Panggang di Kelurahan Ledok Kulon itu luar biasa. Pihaknya sangat mengapresiasi.

‘’Acara (Festival Ayam Panggang, red) ini luar biasa. Suatu kebanggaan bagi Ledok Kulon dan kami,’’ tuturnya.

Wabup Nurul Azizah meneruskan, festival itu juga cermin budaya perekonomian Kelurahan Ledok Kulon. Banyak masyarakatnya merupakan pedagang ayam segar di pasar-pasar.

‘’Masyarakat di sini benar-benar punya kemandirian ekonomi. Menggambarkan nek ora obah ora mamah,’’ kagumnya.

Baca Juga :  Pembukaan Sekolah Rakyat Bojonegoro Ditunda Dua Pekan

Dia berharap, ke depan, Festival Ayam Panggang lebih dikembangkan dan dirutinkan. Menyerupai car free night (CFN) atau menjadi satu rangkaian acara Haul Ki Andong Sari.

‘’Saat ini, Haul Ki Andong Sari sudah masuk di kalender event tahunan Pemkab Bojonegoro,’’ imbuhnya.

Ketua Panitia Festival Ayam Panggang Khorij Zaenal Assrori menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan apresiasi Wabup Nurul Azizah yang mewakili Pemkab Bojonegoro.

Pria akrab disapa Khorij itu menceritakan, Festival Ayam Panggang diinisiasi masyarakat Kelurahan Ledok Kulon. Khususnya, yang selama ini berdagang ayam segar di pasar-pasar.

‘’Ada 65 warga Kelurahan Ledok Kulon yang menjadi pedagang ayam segar di pasar-pasar,’’ ungkapnya.

Dalam sehari, lanjut dia, perputaran uang dari aktivitas perdagangan ayam oleh 65 pedagang tersebut diperkirakan sekitar Rp 100—150 juta. Jika dikalkulasikan dalam satu bulan, tembus miliaran.

‘’Acara ini menguatkan Kelurahan Ledok Kulon sebagai kampungnya pedagang ayam,’’ imbuhnya.

Khorij juga mengemukakan, Festival Ayam Panggang yang digawangi Komunitas Bradox itu bagian dari acara lebih besar dan meriah di Kelurahan Ledok Kulon. Yakni, Jazz Bengawan.

‘’Jazz Bengawan event rutinan kami. Tahunan. Akan digelar sebentar lagi. Setelah acara ini,’’ pungkasnya. (sab/kza)

error: Content is protected !!