Gerakan ASN Pelopor Pangan, Serap Beras Bojonegoro hingga 243 ton per Bulan

PELOPOR PANGAN: Bupati Wahono dan jajaran usai sosialisasi Gaspol. Tunjukkan beras Nogo Rojo asli Bojonegoro. (Foto: Bag. Prokopim Setda Bojonegoro)

BOJONEGORORAYA — Produksi padi di Bojonegoro terbesar nomor dua di Jawa Timur. Namun, tidak semuanya diolah menjadi beras di Bojonegoro dan dikonsumsi masyarakat setempat.

Beras-beras beredar di Bojonegoro, konon lebih banyak dari luar daerah. Seperti Demak dan Pati, Jawa Tengah. Menyikapi keterputusan hulu-hilir padi ini, Pemkab Bojonegoro berstrategi.

Melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pangan Mandiri, Pemkab Bojonegoro akan menyerap gabah petani setempat. Mengolahnya menjadi beras. Pemasarannya pun cerdas.

Beras produk BUMD Pangan Mandiri itu bermerk Nogo Rojo. Jenis premium. Seluruh ASN Pemkab Bojonegoro diminta membeli atau melarisi beras tersebut. Per bulan, minimal Rp 15 kilogram (kg).

Merujuk data BKPP Bojonegoro, ASN Pemkab Bojonegoro sedikitnya 16.200 orang. Jika mereka membeli Nogo Rojo 15 kg per bulan, total penjualan Nogo Rojo capai 243.000 kg atau 243 ton per bulan.

Dengan jumlah kebutuhan sebanyak dimaksud, BUMD Pangan Mandiri tentu akan menyerap gabah petani Bojonegoro dalam jumlah banyak. Hulu-hilir padi di Bojonegoro terintegrasi kuat. Bergeliat.

Strategi Pemkab Bojonegoro ini, dipaparkan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dalam sosialisasi Gerakan ASN Pelopor Pangan (Gaspol) di Ruang Angling Dharma, Rabu (19/8/2026).

Gaspol itulah yang akan membuat seluruh ASN Pemkab Bojonegoro melarisi Nogo Rojo. Membuka keran permintaan Nogo Rojo hingga 243 ton per bulan. Menciptakan daerah mandiri pangan.

‘’Semangat membangun kemandirian daerah, harus dibangun. Dan, yang menjadi contoh pertama adalah para ASN,’’ tegas Bupati Wahono dalam sosialisasi itu.

Menurut dia, Gaspol bukan gerakan muluk-muluk. Sederhana. Tapi, hasilnya akan nyata. Kentara. Menciptakan sistem dan ekosistem usaha pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan.

“Kalau nanti rasanya (Nogo Rojo, red) belum sesuai, silakan beri masukan. Kita evaluasi dan perbaiki bersama,” imbuh Putra Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo ini.

Baca Juga :  Bupati Wahono Launching Kalender Event dan Mars Bojonegoro

Sementara itu, Direktur BUMD Pangan Mandiri Bojonegoro Khoirul Huda menyampaikan, pihaknya akan bekerja optimal mengiringi bergulirnya Gaspol yang diinisiasi Pemkab Bojonegoro.

Sehingga, BUMD Pangan Mandiri akan turut menstabilkan harga, menjamin ketersediaan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, menggerakkan perekonomian daerah.

Selain itu, lanjut mantan Kepala Desa Sedahkidul, Kecamatan Purwosari ini, BUMD Pangan Mandiri juga akan berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

“Saat ini, Rojo Nogo yang seluruh bahan bakunya dari hasil pertanian petani Bojonegoro, sedang disiapkan. Direncanakan beredar luas mulai 2027,’’ imbuhnya.

Lebih lanjut, pemimpin BUMD baru beroperasi belum genap setahun ini  memastikan, harga Nogo Rojo akan selalu mematuhi harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Sekadar diketahui, sosialisasi Gaspol di Ruang Angling Dharma itu diikuti para pejabat teras, kepala organisasi perangkat daerah, serta jajaran BUMD Pemkab Bojonegoro. (sab/kza)