BOJONEGORORAYA — Puncak peringatan Hari Koperasi ke-78 se-Jawa Timur (Jatim) yang digelar di Bojonegoro, membuat Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa datang ke Kota Bengawan–Jati ini, Kamis (17/7/2025) pagi.
Sebagai titik awal, Gubernur Jatim akrab disapa Khofifah itu mengunjungi Mitra Produksi Sigaret (MPS) bagian dari Koperasi Karyawan Redrying Bojonegoro (Kareb) di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Bojonegoro.
Dia didampingi para pejabat Pemprov Jatim terkait, Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, Direktur Koperasi Kareb Sriyadi Purnomo, dan beberapa pihak lain yang bersangkutan.
Dalam kunjungan dimaksud, Khofifah dan para pejabat yang menyertai sempat membagikan aneka jenis bantuan sosial kepada mereka yang berhak. Suasana penuh kasih pun tercipta. Haru. Tidak ada tangis. Namun, tetap melankolis.


Usai membagikan berbagai jenis bansos ke masing-masing penerima, Khofifah lalu memimpin seremoni peletakan batu pertama pembangunan masjid di MPS Dander. Nama masjid itu Nur Khofifah. Menukil dari namanya.
Terakhir, Khofifah memasuki gedung produksi MPS Dander. Menilik para buruh rokok yang mayoritas merupakan perempuan tersebut. Di gedung beratap galvalum itu, dia disambut kelewat meriah oleh para buruh rokok.


Khofifah menyampaikan, agenda pembagian bansos di sela kunjungannya ke MPS Dander tersebut untuk memastikan bansos dari pemerintah betul-betul sampai kepada mereka yang berhak. Kepada mereka yang menerima.
Perihal pembangunan Masjid Nur Khofifah, Khofifah sangat mengapresiasi Koperasi Kareb. Dengan adanya masjid tersebut, para buruh rokok di MPS Dander akan semakin terkoneksi dengan kegiatan religi. Kerja tanpa melalaikan agama.
“Sejak beroperasi pada 30 Januari 2024 lalu, perkembangan MPS Dander ini betul-betul signifikan,” kagumnya, Kamis (17/7/2025) pagi.

Lain itu, yang membuat Khofifah terkesima adalah rencana Koperasi Kareb untuk membangun Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) di kompleks MPS Dander. Bisa menjadi tempat upgrade pendidikan bagi para buruh rokok di MPS Dander.
“Itu rencana yang luar biasa. Harapan besar untuk para buruh rokok di sini. Setelah kerja, bisa berkuliah,” imbuh mantan Menteri Sosial RI tersebut.
Khofifah menyebut, rencana Koperasi Kareb untuk mendirikam STIE di kompleks MPS Dander itu mestinya menjadi inspirasi bagi pemberi kerja atau industri lainnya di daerah-daerah lain. Betul bagus. Patut ditiru. Diteladani.
“Kuliah itu kan penting sekali. Dengan berkuliah, ada harapan hidup kita bisa menjadi lebih berkualitas,” pungkas ibu empat anak tersebut.
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menyampaikan terima kasih atas kedatangan Khofifah ke Bojonegoro. Dia meneruskan, Gubernur Jatim kelahiran Surabaya itu merupakan sosok yang bijak dan inspiratif.
“Beberapa program bansos kami (Pemkab Bojonegoro, red) itu meniru program bansosnya beliau di Pemprov Jatim,” ungkap Nurul Azizah.
Sementara itu, Direktur Kareb Sriyadi Purnomo juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran Khofifah. Kata dia, Khofifah punya hubungan emosional yang kuat dengan para buruh rokok. Sering ke MPS yang jadi bagian Koperasi Kareb.
“Ibu Khofifah ini ibunya anak-anak pabrik SKT (Sigaret Kretek Tangan, red),” imbuh pria asal Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro itu.
Secara umum, lanjut Sriyadi, Khofifah juga sangat peduli dengan industri rokok di Jatim. Gubernur pertama di Indonesia yang secara formal menolak kenaikan cukai rokok 2026. Mendengarkan aspirasi para pengusaha dan buruh rokok.
Untuk memonumentalkan jasa Khofifah terhadap industri rokok itu, ungkap Sriyadi, pihaknya membangun Masjid Nur Khofifah di MPS Dander. ‘Nur’ artinya cahaya. ‘Khofifah’ adalah nama sosoknya: Khofifah Indar Parawansa.
“Jadi, Nur Khofifah itu Cahaya Khofifah. Sebuah inspirasi dari Ibu Khofiah,” jelas Sriyadi. (sab/kza)

