BOJONEGORORAYA – Camat Ngraho, Bojonegoro, Wiyanto memiliki gebrakan yang menyehatkan. Wiyanto mengajak hindari jajanan gorengan di meja rapat atau acara-acara di kantornya.
Berupaya bersama tanpa camilan gorengan di meja-meja kantor. Upaya ini cukup berani namun mendasar. Camat Ngraho ingin warganya terhindari dari penyakit stroke. Penyakit yang mematikan.
‘’Saya takut sekali baik diri sendiri dan warga apabila terkena penyakit stroke. Nah, salah satu upaya diri dengan menghindari gorengan dalam acara-acara,’’ kata Wiyanto saat menyambut silaturahmi kedatangan Forum Kabupaten Sehat (FKS) Bojonegoro.
Kegiatan FKS turut datang para perwakilan Pokja Desa Sehat. Serta, perwakilan Forum Komunikasi Kecamatan Sehat (FKKS). Wiyanto tampak serius dan bersemangat mengikuti kegiatan FKS. Tanpa kantuk. Tanpa lelah meski jarum jam pukul 13.30, Selasa (21/7/2026) siang.
Menurut Wiyanto, upaya menghindari gorengan di acara-acara berdasar kesepakatan bersama. Pihak Kecamatan Ngraho, kerap kali rembug bersama stakeholder di wilayahnya.
Terutama bersama Puskesmas Ngraho. Hasil kesepakatan bersama, sesarengan menghindari penyakit stroke. Upaya dini dengan larangan menghidangkan gorengan dalam pertemuan atau acara.
‘’Ini kesepakatan bersama. Tiap rapat tidak diperkenankan adanya gorengan,’’ tutur camat tinggal di Desa Tanggir, Kecamatan Malo, tersebut.
Wiyanto begitu menyayangi warga Kecamatan Ngraho. Kecamatan dengan 16 desa ini memiliki populasi sekitar 48.414 jiwa. Luasnya 71,48 kilometer persegi dengan kepadatan pendidik sekitar 677 jiwa per kilometre persegi.

Penyakit Stroke Penyumbang 18,5 Persen Kematian
Berdasar laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), stroke merupakan penyebab kematian dan disabilitas tertinggi di Indonesia. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat prevelensi stroke di usia 15 tahun ke atas sebesar 8,3 per 1.000 penduduk.
Penyakit stroke ini menyumbang 18,5 persen dari total kematian dan menduduki peringkat ketiga sebagai penyakit dengan pembiayaan BPJS Kesehatan tertinggi. Angkanya menembus Rp 5,2 triliun.
Wiyanto mengatakan, penderita stroke terutama karena hipertensi. Dan, hipertensi ini salah satunya karena pola makan. Terutama akibat kebanyakan makan gorengan.
Beberapa makanan gorengan meliputi lumpia, tempe goreng, ote-ote, pisang goreng, risoles, pastel, dan lainnya.
Berdasar laman Alodokter, stroke merupakan kondisi gawat darurat ketika pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang akibat penyumbatan (stroke iskemik). Atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik).
Dampak dari stroke, penderita mengalami kelumpuhan atau kelemahan otot (terutama satu sisi tubuh). Kesulitan berbicara (pelo) dan menelan, gangguan penglihatan, hingga penurunan daya ingat dan fungsi kognitif.
Ajak Warga Berhenti Merokok dan Senam Pagi
Selain gorengan, Camat Ngraho tersebut juga terus mengampanyekan kawasan tanpa rokok (KTR). Terlebih, Pemkab Bojonegoro dan DPRD, belum lama mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) KTR.
Setapak dengan gorengan, upaya tidak merokok juga bagian menghindari penyakita stroke. Merokok salah satu kebiasaan penyebab penyakit stroke mendarat.
Tampak di aula Kecamatan Ngraho, terdapat stiker bertuliskan kawasan tanpa rokok. Kawasan tanpa asap tembakau. Upaya mewujudkan lingkungan yang sehat.
‘’Juga mengajaj berhenti merokok,’’ tutur Wiyanto.
Belum berhenti berupaya menghindari penyakit stroke. Camat Ngraho bersama jajarannya sepakat menggelar senam pagi. Bergerak bersama. Berkeringat. Upaya senam pagi ini agar menyehatkan dan bersama menghindari stroke.
‘’Seminggu sekali. Rencananya mulai minggu depan,’’ tuturnya dengan wajah optimisme.
Senam pagi ini, menurut Wiyanto, tidak hanya untuk aparatur dan staf di Kecamatan Ngraho. Namun, olahraga yang terbuka untuk semua warga. Masyarakat bisa ikut. Bisa nimbrung untuk olahraga bersama.
‘’Salah satu (menderita stroke) juga karena jarang gerak. Makanya, kami akan budayakan olahraga senam pagi,’’ tuturnya.
Wakil Ketua Forum Kabupaten Sehat (FKS) Bojonegoro Setiyono mengatakan, terus mendampingi dalam kelembagaan Pokja Desa Sehat. Menjadi garda depan dalam menjaga kesehatan bersama. Semua desa di Bojonegoro, tentu terdapat Pokja Desa Sehat. (kza)

