Jalan Lingkar Selatan Bojonegoro Dirancang Sepanjang 17–20 km, Lintasi Empat Kecamatan

BAKAL DIURAI: Sejumlah kendaraan besar saat melintasi Jembatan Jetak. Ke depan, dialihkan lewat JLS. (Foto: Istimewa)

BOJONEGORORAYA — Pemkab Bojonegoro akan mengurai kepadatan lalu lintas di perkotaan Bojonegoro. Terutama, dari lalu lalang kendaraan-kendaraan besar.

Untuk itu, Pemkab Bojonegoro kini merancang ring road atau Jalan Lingkar Selatan (JLS). Jadi jalur alternatif kendaraan-kendaraan besar, selain masuk perkotaan.

Belum lama ini, Pemkab Bojonegoro menggelar rapat internal membahas pembangunan JLS tersebut. Dipimpin Bupati Bojonegoro Setyo Wahono.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro Achmad Gunawan Ferdiansyah membenarkan adanya rapat internal dimaksud.

Pejabat akrab disapa Gunawan itu mengemukakan, rapat internal tersebut membahas terkait tahap awal pembangunan JLS.

“Seputar studi kelayakan pembangunan JLS,” ujarnya kepada Bojonegoro Raya, Sabtu (29/11/2025) siang.

Dalam rapat internal dimaksud, kata dia, juga muncul beragam proyeksi perihal pembangunan JLS. Misalnya, wilayah mana saja yang akan dilintasi JLS.

“Rencananya melintasi empat kecamatan. Meliputi Balen, Kapas, Dander, sampai Kalitidu,” ungkapnya.

Ujung timur JLS akan bersimpangan dengan Jalan Raya Bojonegoro–Babat. Ujung baratnya bersimpangan dengan Jalan Raya Bojonegoro–Cepu.

“Ujung timur JLS direncanakan di Desa Kabunan, Kecamatan Balen. Ujung baratnya di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu,” jelasnya.

Alumnus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) itu meneruskan, JLS nanti bukan saja untuk mengurai kepadatan lalu lintas di perkotaan Bojonegoro.

“Tapi juga membuka jalur atau wilayah perekonomian baru Bojonegoro,” pungkas pejabat asal Pamekasan tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Penataan Ruang (DPUBMPR) Bojonegoro Chusaivi Ivan Rachmanto mengemukakan hal serupa.

“Panjang JLS nanti direncanakan sekitar 17–20 kilometer,” tambahnya kepada Bojonegoro Raya, Sabtu (29/11/2025) siang.

Pejabat akrab disapa Ivan itu meneruskan, dua titik persimpangan di ujung timur dan barat JLS akan berupa flyover atau jalan layang.

“Karena, dua ujung JLS itu juga bersimpangan dengan rel kereta api. Maka, idealnya berupa flyover,” jelasnya.

Baca Juga :  Dramatis, Tim Bola Tangan Bojonegoro Raih Emas, Hajar Tuan Rumah Malang 18-14

Lebih lanjut, Ivan mengemukakan, JLS tidak akan menumpangi jalan yang saat ini sudah ada. Melainkan, seratus persen membangun jalan baru. Dari nol.

“Pembebasan lahan akan dimulai 2027 mendatang. Untuk pembangunannya, pada 2028,” pungkasnya. (sab/kza)

error: Content is protected !!