Jelang Kirab Pusaka Ki Andong Sari, Warga Ledok Kulon Berkreasi

BERKREASI: Salah satu warga Ledok Kulon mengecat replika kepala naga, Sabtu (4/7/2026) siang. Akan ditampilkan dalam Kirab Pusaka Ki Andong Sari. (Foto: Yusab Alfa Ziqin/Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA — Haul ke-244 Ki Andong Sari di Kelurahan Ledok Kulon, perkotaan Bojonegoro tahun ini, akan semarak sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.

Jumat (3/7/2026) malam, telah berlangsung pengajian dan selawatan Munajat Cinta di Jalan Makam Ki Andong Sari. Dihadiri ratusan warga kelurahan tepi Bengawan itu.

Minggu (5/7/2026) siang, pusaka-pusaka Ki Andong Sari akan dikirab ratusan warga Ledok Kulon. Dari Makam Ki Andong Sari, mengitari tlatah Ledok Kulon hingga Ledok Wetan.

Berkenaan kirab pusaka tokoh legenda Ledok Kulon itu, masyarakat setempat merancang aneka kreasi. Menyiapkan ragam penampilan. Mengemas tradisi budaya lama-baru, jadi satu.

Berlanjut pada Selasa (7/7/2026), ada manganan atau sedekah bumi Ledok Kulon di Kompleks Makam Ki Andong Sari. Pagi hari. Makan-makan dan menguluk doa bersama.

Lurah Ledok Kulon Anton Simbolon mengemukakan, ada banyak hal baru dalam Haul Ki Andong Sari tahun ini. Khususnya, dalam acara kirab pusaka Ki Andong Sari.

‘’Kami turut mengusung seni Kentrung dan menampilkan Kalongking Sandur,’’ ujarnya saat ditemui Bojonegoro Raya di kantornya, Sabtu (4/7/2026) siang.

Dua kesenian Ledokan itu, kata Anton sapaannya, ditempatkan dalam barisan inti kirab pusaka Ki Andong Sari. Setelah panji dan pusaka. Bekerja sama dengan Sanggar Sayap Jendela.

‘’Untuk barisan warga, tentu meriah juga. Ada 14 kelompok warga yang ikut kirab. Mulai RT/RW, komunitas, hingga organisasi di Ledok Kulon,’’ imbuhnya.

Selain itu, lanjut Anton, komunitas atau organisasi dari Ledok Wetan pun turut serta. Jadi, kirab pusaka Ki Andong Sari diikuti masyarakat dua Ledok. Yakni, Ledok Kulon dan Ledok Wetan.

‘’Yang juga baru pada tahun ini, kelompok kirab terbaik nomor satu, dua, tiga, akan mendapat hadiah dari kami. Masing-masing seekor kambing,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Pasangan Anak-Ibu dari KB Nurul Ummah Balen Raih Juara Satu Fashion Show Gebyar PAUD Bojonegoro

Ditambah, lanjut Anton, pada Haul ke-244 Ki Andong Sari ini, Pemerintah Kelurahan Ledok Kulon menerbitkan buku tentang Ki Andong Sari. Berjudul Historiografi Ki Andong Sari.

‘’Buku ini mengulas sejarah Ki Andong Sari dan tlatah Ledok. Ada versi cetak dan digitalnya,’’ imbuh mantan Lurah Ledok Wetan itu.

Anton berharap, seluruh rangkaian acara Haul ke-244 Ki Andong Sari tahun ini berjalan lancar. Mengukuhkan Ledok Kulon sebagai kelurahan yang kaya budaya dan teguh melestarikannya.

‘’Kami juga berharap, Haul ke-244 Ki Andong Sari ini berdampak baik untuk ekonomi masyarakat. Khususnya, masyarakat Ledok Kulon,’’ pungkasnya.

Mewakili Sanggar Sayap Jendela, Sapto Priyono membenarkan sanggarnya ikut gugur gunung dalam Haul ke-244 Ki Andong Sari. Utamanya, dalam agenda kirab pusaka.

‘’Ada sekitar 40 seniman-seniwati kami di barisan inti kirab. Mereka memanggul panji dan pusaka. Juga menampilkan Kentrung dan Kalongking Sandur,’’ terangnya.

Sapto sapaannya meneruskan, pihaknya sangat senang Pemerintah Kelurahan Ledok Kulon memberi ruang untuk Kentrung dan Kalongking Sandur dalam kirab pusaka Ki Andong Sari.

‘’Dua kesenian (Kentrung dan Sandur, red) itu khas Ledok Kulon. Identitasnya Ledok Kulon. Lekat dengan sosok Ki Andong Sari,’’ jelasnya.

Kelompok warga Ledok Kulon di RT 5 RW 3,  salah satu kelompok warga yang turut dalam kirab pusaka Ki Andong Sari. Mereka mengusung perahu dengan buritan kepala naga.

‘’Ini kreasi yang menjadi representasi Ledok Kulon. Perahu dan naga. Simbol Bengawan,’’ ujar Adi, salah satu warga RT 5 RW 3. (sab/kza)

error: Content is protected !!