BOJONEGORORAYA — Dulu, masyarakat Desa Mori, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro harus keluar desa untuk memborong telur ayam guna keperluan hajatan atau satu perayaan.
Kini, mereka tidak perlu demikian lagi. Kebutuhan telur ayam dalam jumlah banyak, sudah tersedia di desa sendiri. Buah program Gerakan Ayam Petelur Mandiri (Gayatri).
Kisah itu dituturkan Unun Choirul Amin. Dia salah satu warga Desa Mori penerima program Gayatri, dihitung Pemkab Bojonegoro sebagai keluarga penerima manfaat (KPM).
Pria akrab disapa Unun itu bercerita, tetangga atau warga Desa Mori sering memborong telur ayam hasil program Gayatri. Untuk keperluan hajatan atau perayaan tertentu.
‘’Misalnya, pada momentum menjelang Ramadan seperti ini, banyak acara. Jadi ya banyak pesanan,’’ ujarnya, Kamis (12/2/2026) siang.
Unun meneruskan, dia dan para penerima program Gayatri di Desa Mori bisa mencukupi kebutuhan telur ayam untuk para pemesan. Sebab, satu titik program menghasilkan 40–50 telur ayam per hari.
‘’Harga telur ayam kami sekitar Rp 26.000 per kilogram. Lebih murah dari toko-toko. Tetangga sama senang. Harganya kacek,’’ imbuhnya.
Di saat harga telur ayam di pasaran sedang tinggi, lanjut Unun, harga telur ayam hasil program Gayatri yang dikelolanya tidak terpengaruh. Tetap murah. Tetap kacek.
‘’Uang hasil penjualan telur ayam program Gayatri saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Jika ada sisa, ditabung,’’ tuturnya.
Terpisah, Pendamping KPM program Gayatri Desa Mori Mohamad Aris menyampaikan, program Gayatri di Desa Mori memang bergulir bagus. Sesuai tujuan dan harapan.
Program andalan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono itu tidak hanya meningkatkan ekonomi para KPM. Tapi juga memperkuat relasi sosial di desa, melalui transaksi telur ayam.
‘’Total, ada 16 KPM program Gayatri di Desa Mori. Enam KPM dari anggaran Pemdes Mori, sepuluh KPM dari anggaran Pemkab Bojonegoro,’’ imbuhnya.
Aris sapaannya mengklaim, pihaknya rutin melakukan pendampingan. Setiap Minggu, ada pengecekan kondisi ayam petelur program Gayatri dan perkembangan produksi telurnya.
“Kami juga membuat grup WhatsApp untuk mempermudah koordinasi dengan para KPM. Setiap hari ada diskusi dan sharing,” pungkasnya.
Diketahui, program Gayatri bergulir sejak awal 2025. Via program itu, 5.400 KPM di 28 kecamatan se-Bojonegoro menerima bantuan 50 ayam petelur berikut kandang, pakan, dan vitaminnya.
Dalam realisasinya, Pemkab Bojonegoro mengklaim para KPM program Gayatri cuan lebih dari Rp 500 ribu per bulan. Mampu menekan kemiskinan secara sistemik dan berkelanjutan. (sab/kza)

