Pascamutasi, Lima Jabatan Strategis di Pemkab Bojonegoro Masih belum Terisi

BARISAN BIROKRAT: 201 pejabat Pemkab Bojonegoro terdampak mutasi, dilantik di Kayangan Api, Rabu (28/1/2026) pagi. (Foto: Prokopim Setda Bojonegoro)

BOJONEGORORAYA — Mutasi mengenai 201 pejabat Pemkab Bojonegoro pada Rabu (28/1/2026), belum sepenuhnya menggenapi kebutuhan birokrasi.

Lima jabatan strategis di Pemkab Bojonegoro, masih kosong. Belum terisi. Meliputi kepala satuan polisi (satpol) pamong praja (PP).

Lalu, kepala pelaksana badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), kepala inspektorat, kepala badan riset dan inovasi daerah (brida), serta sekretaris DPRD.

Kepala Bidang Pengadaan Pemberhentian dan Informasi Aparatur BKPP Bojonegoro Daniar Surya Adi Permana membenarkan hal tersebut.

‘’Lima jabatan masih kosong itu akan diisi pejabat sementara,’’ ujarnya kepada Bojonegoro Raya, Jumat (30/1/2026) pagi.

Tentu, lanjut Daniar sapaannya, lima jabatan strategis dimaksud akan diisi pejabat definitif atau tetap. Tapi, masih nanti. Tidak lama lagi.

‘’Skema pengisiannya nanti seleksi terbuka atau lelang jabatan,’’ imbuh alumnus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tersebut.

Lebih lanjut, Daniar memastikan, meski ada lima jabatan strategis belum terisi, tata kelola birokrasi Pemkab Bojonegoro akan tetap optimal.

‘’Tetap berupaya memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat,’’ tandas birokrat muda itu.

Diketahui, jabatan Kepala Satpol PP Bojonegoro kosong sejak Oktober 2025. Ditinggalkan Heru Sugiarto yang tersandung korupsi.

Jabatan Sekretaris DPRD Bojonegoro, kosong sejak waktu yang sama. Ditinggal Edi Susanto yang kini menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro.

Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro dan Kepala Inspektorat Bojonegoro baru kosong pascamutasi, Rabu (28/1/2026).

Sebelum mutasi, Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro dijabat Heru Wicaksi. Pascamutasi, dia menjadi Wakil Direktur RSUD dr. Sosodoro Djatikoesomo Bojonegoro.

Kepala Inspektorat Bojonegoro sebelum mutasi ialah Teguh Prihandono. Kini dia tetap di Inspektorat Bojonegoro. Tapi turun kasta, menjadi auditor ahli madya.

Sementara, Kepala Brida Bojonegoro sesungguhnya bukan kosong. Hanya belum pernah terisi. Sebab, badan itu anyar gris. Baru dibentuk tahun ini. (sab/kza)

Baca Juga :  Figur Dewan Pendidikan Harus Inklusif, Tidak Membedakan Sekolah Negeri dan Swasta
error: Content is protected !!