Ledre Tersaji di Ruang Edukasi, Menggugah Antusiasme Pelajar SMKN Purwosari

07/10/2026
EDUKASI: Sarasehan Ledre Bojonegoro berlangsung di SMKN Purwosari. Sarasehan ini menjadi pembuka rangkaian Festival Ledre Bojonegoro. (Foto: Agus Hidayat/ Bojonegoro Raya).

BOJONEGORORAYA – Arumi Wijaya Kusuma bergegas menjawab dengan tegas, ketika mendapat pertanyaan dari narasumber: siapa pembuat ledre kali pertama?

‘’Min Tjie (baca: Mince),’’ tutur Arumi dalam Sarasehan Ledre Bojonegoro berlangsung di SMKN Purwosari, Rabu (7/10/2026).

Arumi sapaannya mengetahui sosok Min Tjie dari diskusi bersama guru. Siswa SMKN Purwosari tersebut begitu antusias mengikuti Sarasehan Ledre Bojonegoro, sebagai pembuka Festival Ledre.

Ragam tanya dan tawa siswa-siswi SMKN Purwosari melipir di Sarasehan Ledre Bojonegoro. Serambi masjid sekolah menjadi ruang belajar. Kuliner ledre tersaji dalam nuansa edukasi.

Mereka pun mencicipi gulungan ledre. Legit nan renyah di lidah. Semangat pelajar ikut tergugah. Acara semakin gumeregah, saat para pelajar lantang meneriakkan yel-yel: Ledre Bojonegoro Melegenda.

Usai acara digelar Bojonegoro Raya, pada Rabu (7/10/2026), mereka antusias untuk belajar. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro bakal fasilitasi keinginan pelajar.

“Melihat antusiasme anak-anak kami siap memfasilitasi, belajar membuat ledre,” ungkap Kepala Disbudpar Elzadeba Agustina.

Elzadeba menegaskan, ledre bertahan hingga saat ini karena ada penerusnya. Turun temurun dari keluarga, sehingga perlu estafet generasi muda.

“Menjaga kualitas ledre juga menjadi kunci ledre terus lestari,” tutur perempuan pernah menjabat kepala dinas perdagangan dan koperasi tersebut.

Selain melegenda, menurut Elzadeba, ledre harus mendunia. Khalayak luas mengenalnya, menjadi ciri khas kuliner kebanggaan daerah.

CAMILAN RENYAH: Kepala Disbudpar Bojonegoro Elzadeba Agustina makan ledre bersama para siswa SMKN Purwosari. Ledre semakin renyah bagi generasi muda.

Ajak Generasi Muda Melestarikan Ledre

Sementara itu, Camat Purwosari Ike Widyaningrum menyambut baik agenda Sarasehan Ledre Bojonegoro. Melestarikan ledre, melibatkan generasi muda. Agar makanan khas daerah tidak punah.

“Yang muda-muda inilah nanti yang akan melanjutkan,” ungkapnya.

Menurut Ike, ledre di Kecamatan Purwosari bisa lebih berkembang. Dengan menata mindset produsen, pengemasan lebih menarik. Mejeng di ritel-ritel modern.

Baca Juga :  Berinovasi di Purwosari: Dulu Ledre Raksasa, Kini Ledre Mini

“Kebanyakan produsen ledre masih memilih langsung jual dapat uang. Sementara, kalau titip di ritel menunggu dagangan terjual,” tutur perempuan sebelumnya bertugas di bappeda tersebut.

Adapun, Festival Ledre Bojonegoro akan berlangsung pada Kamis (8/10/2026). Sejak pagi sampai malam. Meriah. (man/kza)