BOJONEGORORAYA — Sepekan terakhir, sebagian masyarakat di Bojonegoro mengeluhkan sulitnya mendapat LPG 3 kilogram (kg). Terutama masyarakat Bojonegoro di wilayah barat.
Nyoto Hadi, pengecer LPG 3 kg di Kecamatan Ngraho, Bojonegoro, membenarkan hal itu. Di wilayahnya, LPG 3 kg langka selama sepekan belakangan. Minim suplai dari pangkalan.
“Kata mereka (pangkalan, red), LPG 3 kg memang sedang langka,” ujarnya, Kamis (24/4/2025).
Hal serupa diungkapkan Wahyu, pengecer LPG 3 kg di Kecamatan Sugihwaras, Bojonegoro. Dia sudah tidak dapat LPG 3 kg dari agen sejak Kamis (17/4/2025) lalu. Selain itu, kuotanya juga dikurangi.
“Sebelumnya, saya dapat kuota LPG 3 kg 50 tabung. Terakhir, berkurang jadi 30 tabung,” jelasnya.
Area Manager Communication, Relations, and Corporate Social Responbility (CSR) Pertamina Patra Niaga Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara (Jatimbalinus) Ahad Rahedi tidak menampik hal tersebut.
Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus telah turun lapangan untuk mengecek kondisi tersebut. Hasilnya, baru-baru ini memang ada lonjakan konsumsi LPG 3 kg di beberapa wilayah di Bojonegoro.
“Di antaranya Kecamatan Ngraho, Padangan, Kalitidu, dan Sugihwaras,” ujarnya melalui rilis tertulis, Jumat (25/4/2025).
Ahad Rahedi meneruskan, kenaikan konsumsi LPG 3 kg tersebut disebabkan oleh banyak masyarakat sudah kembali pulang ke Bojonegoro setelah memasuki bulan Syawal.
Selain itu, ada pembelian LPG 3 kg di atas kebutuhan normal. Dilakukan oleh klaster Rumah Tangga dan UMKM. Sementara, pembelian oleh pengecer ke pangkalan, dibatasi 10 persen kuota pangkalan.
Tidak hanya itu, selama ini pangkalan memang lebih mendahulukan pembelian ke para konsumen secara langsung. Tidak memprioritaskan penjualan ke para pengecer.
“Untuk kondisi di agen dan pangkalan, kami sudah cek. Stok LPG 3 kg aman. Tersedia,” klaimnya.
Ahad Rahedi melanjutkan, sebetulnya Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus telah mengantisipasi kelangkaan LPG 3 kg di sejumlah wilayah atau kecamatan di Bojonegoro tersebut.
Sejak awal April 2025 lalu–pasca masa arus balik Lebaran, terang Ahad, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus sudah melakukan penyaluran LPG 3 kg secara fakultatif atau di luar jadwal.
Setidaknya, penyaluran LPG 3 kg secara fakultatif itu dilakukan dua kali. Pada 1 April 2025 hampir 18 ribu tabung LPG 3 kg. Lalu, pada 18 April 2025 hampir 23 ribu tabung LPG 3 kg.
Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus juga menambah 31 pangkalan LPG 3 kg pada April 2025. Jadi, total kini ada 1.414 pangkalan LPG 3 kg. Sebelumnya, 1.383 pangkalan LPG 3 kg.
Perihal kuota LPG 3 kg di Bojonegoro, Ahad mengungkapkan, 2025 ini totalnya 39.854 metrik ton (MT). Jika ingin penambahan, Pemkab Bojonegoro perlu mengajukan terlebih dulu. (sab/kza)

