BOJONEGORORAYA – Pratikno begitu ceria. Setiba di SMPN 1 Padangan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) itu berangkulan dengan para siswa, pada Sabtu (22/8/2026). Akrab. Dekat.
Memakai songkok hitam, Pratikno seketika teringat dengan masa lampaunya. Kenangan pada 53 tahun lalu saat berseragam dan menjadi siswa di SMPN 1 Padangan.
Pada 1973, menteri kelahiran Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro, tersebut memulai bersekolah di SMPN berada di kawasan perbatasan dengan Jawa Tengah tersebut.
Menjadi siswa sederhana. Sebagai siswa desa. Belajar. Serius. Dan Rajin. Pratikno akhirnya lulus di SMPN 1 Padangan pada 1976. Alumni SMPN 1 Padangan tersebut hingga menjadi Menko PMK. Dan pernah menjadi menteri sekretaris negara (Mensesneg) 10 tahun. Yakni, 2014-2024.
Pratikno datang tidak lagi memakai seragam. Menko PMK tersebut datang ke SMPN 1 Padangan untuk meresmikan pembangunan sejumlah ruang kelas baru.
Sebagian gedung lama tidak layak, akhirnya beralih fungsi untuk sarana fasilitas baru. Dan memperluas lapangan. Nantinya siswa-siswi lebih leluasa untuk berolahraga dan berkesenian.
Menambah aktivitas fisik, mengurangi penggunaan gadget dan scroll media sosial bagi pelajar di sekolah.
Pratikno menjelaskan, pembangunan infrastruktur ini wujud komitmen pemerintah. Sejalan program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Seperti revitalisasi sekolah, sekolah rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda.
‘’Intinya adalah membangunan manusia, memajukan kebudayaan. Bukan hanya mencetak manusia cerdas, tetapi manusia utuh. Sehat fisik, sehat mental, sehar spiritual, dan sehat sosial,’’ jelasnya.
Minta Sekolah Ajak Siswa Kurangi Memakai HP
Gedung SMPN 1 Padangan, kini terasa berbeda. Tegak berdiri bangunan baru untuk ruang belajar. Dikutip dari laman kemenkopmk.go.id menyebutkan Plt Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum Chandra Rudi Parulian Situmorang memastikan pembangunan sebanyak 30 ruang kelas dan bisa dimanfaatkan belajar mengajar.
Kepala SMPN 1 Padangan Sucipto mengatakan, pembelajaran siswa-siswi kini memanfaatkan gedung baru. Bantuan tersebut untuk memperbaiki dan menambah ruang kelas.
‘’Ada 30 ruang disiapkan oleh Pak Menteri. Sudah mencukupi,” ujarnya.
Sucipto mengatakan, bangunan lama untuk sarana pendukung. Seperti laboratorium dan aula. Sebagian bangunan tidak layak akan dijadikan sebagai halaman sekolah untuk sarana olahraga.
Lanskap SMPN 1 Padangan termasuk sempit. Sementara, jumlah siswa hampir 1.000 siswa. Sehingga butuh perluasan untuk kegiatan olahraga.
Diketahui, Menteri PMK Pratikno memberikan fasilitas olahraga dan kesenian. Untuk memaksimalkan aktivitas fisik siswa. Tidak tergantung pada HP dan scrolling media sosial.
Sucipto menegaskan, strategi sekolah untuk mengurangi kecanduan media sosial, salah satunya dengan pembatasan bermain HP. Siswa yang membawa HP akan dikumpulkan kepada petugas.
“Namun, ketika diperlukan bisa diambil. Sehingga, anak-anak bisa belajar lebih fokus,” jelasnya.
Adapun, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono sekaligus adik kandung Pratikno, turut mendampingi. Begitu juga, Wakil Bupati (Wabup) Nurul Azizah. (man/kza)



