Modal Koperasi Merah Putih Bojonegoro Masih Buntu, Baru Jelas soal Agrinas

BERI KETERANGAN: Kepala DisdagkopUM Bojonegoro Retno Wulandari saat diwawancara, Rabu (12/11/2025) siang. (Foto: Yusab Alfa Ziqin/Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA — Ratusan Koperasi Merah Putih di Bojonegoro baru terbentuk di atas kertas. Sudah sama punya akta notaris. Namun, masih buntu soal modal.

Belum jelas dari mana modal untuk menggulirkan koperasi-koperasi desa inisiatif pemerintah pusat di bawah komando Presiden Prabowo Subianto itu.

Apakah dapat modal dari APBD, keuangan desa, dana corporate social responsibility (CSR), atau bank Himbara, hingga kini belum pasti seluruhnya.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (DisdagkopUM) Bojonegoro Retno Wulandari.

“Iya, masih belum klir soal modalnya,” ujarnya kepada Bojonegoro Raya, Rabu (12/11/2025) siang.

Dia mengemukakan, dalam beberapa waktu terakhir, petunjuk soal permodalan Koperasi Merah Putih beberapa kali mengalami perubahan.

“Sehingga, saat ini masih terus dilakukan penyesuaian-penyesuaian,” imbuh pejabat akrab disapa Retno itu.

Yang sudah jelas, kata dia, adalah keterlibatan PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) dalam membangun fisik Koperasi Merah Putih di Bojonegoro.

“Agrinas akan membangun kantor, gerai, dan prasarana seluruh Koperasi Merah Putih di Bojonegoro,” jelasnya.

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu, lanjut dia, saat ini sedang gencar mencari lahan untuk lokasi pembangunan kantor, gerai, dan prasarana tersebut.

“Dalam praktiknya di lapangan, Agrinas didampingi TNI dan kami. Lahan dicari ialah yang milik desa,” imbuhnya.

Adapun, lahan dicari untuk lokasi pembangunan kantor, gerai, dan prasaeana Koperasi Merah Putih tersebut luasnya minimal 1.000 meter persegi.

“Nanti luas bangunannya 20×30 meter persegi. Satu paket (kantor dan gerai, red),” lanjut Retno.

Bagi Koperasi Merah Putih yang kini sudah punya kantor atau gerai, eks Kepala DPUBMPR Bojonegoro itu menyebut, ukurannya akan disesuaikan.

“Dalam pembangunan kantor, gerai, dan prasarana ini, Pemkab Bojonegoro tidak terlibat soal anggaran,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sastra dan Pramoedya Ananta Toer Bisa Masuk Kurikulum Sekolah-Kampus Bojonegoro

Dia mengemukakan, ihwal anggaran ditangani langsung oleh pemerintah pusat dan Agrinas. Pembangunannya ditarget selesai awal 2026.

“Mulai bisa digunakan atau beroperasi per Maret 2026. Begitu harapan Presiden Prabowo,” pungkasnya.

Diketahui, saat ini sudah terbentuk 430 Koperasi Merah Putih di Bojonegoro. Tersebar di seluruh desa/kelurahan. Setiap desa/kelurahan, satu unit.

Dari 430 Koperasi Merah Putih di Bojonegoro tersebut, baru tiga yang aktif beroperasi. Pertama, Koperasi Merah Putih di Desa/Kecamatan Padangan.

Kedua, Koperasi Merah Putih di Desa Campurejo, perkotaan Bojonegoro. Ketiga, Koperasi Merah Putih di Desa Tlogoagung, Kecamatan Baureno. (sab/kza)

error: Content is protected !!