Pemkab Bojonegoro Komitmen Penuhi Hak Penyandang Disabilitas

03/12/2025
INKLUSIF: Bupati Wahono dan jajaran saat bersama para pelajar penyandang disabilitas di Pendapa Malawapati, Selasa (2/11/2025). (Foto: Istimewa)

BOJONEGORORAYA – Bojonegoro diupayakan menjadi daerah inklusif. Mengakomodir hak setiap warga. Termasuk, mereka yang berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas.

Hal itu ditegaskan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dalam acara Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) di Pendapa Malawapati Bojonegoro, Selasa (2/12/2025) pagi.

‘’Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama. Terutama, dalam mendapatkan akses pendidikan berkualitas,’’ ujarnya.

Bupati Wahono meneruskan, Pemkab Bojonegoro telah mencanangkan berbagai program untuk hal dimaksud. Ejawantah dari visi Bojonegoro ramah, manusiawi, dan inklusi.

Lebih dari itu, dia menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada para orang tua, keluarga, serta pendamping para penyandang disabilitas.

‘’Dengan tekun dan sabar, beliau-beliau telah membimbing dan mengarahkan. Terima kasih sekali,’’ tuturnya.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro Agus Susetyo Hardiyanto mengatakan hal senada. Dia menambahkan, selama ini sudah bergulir sejumlah program untuk penyandang disabilitas.

Di antaranya, bansos untuk penyandang disabilitas berat 2.250 penerima, bansos disabilitas umum 7.493 penerima, dan bansos disabilitas produktif 40 penerima.

Lalu, ada program Angkutan Pelajar Disabilitas. Gratis. Diterima sekitar 700 pelajar disabilitas. Ada juga bantuan kewirausahaan disabilitas 60 penerima dan bantuan alat bantu mobilitas 100 penerima.

Diketahui, ada ratusan penyandang disabiltas dalam acara Peringaran HDI di Pendapa Malawapati itu. Mayoritas pelajar dari 13 Sekolah Luar Biasa (SLB) di Bojonegoro.

Anak-anak tersebut hadir bersama para guru dan orang tua masing-masing. Dalam acara, mereka menampilkan aneka karya. Mulai kerajinan hingga pertunjukan seni.

Sementara, para guru atau pendamping menceritakan kisah-kisah inspiratif dalam membimbing atau mengarahkan para anak didiknya.

Salah satu guru SLB Kalirejo, Kecamatan Ngraho Yayuk Martasari menuturkan, dia dan rekan-rekannya berupaya keras menggali potensi unik dari setiap anak didiknya.

Baca Juga :  Ulas Karya Pramoedya, Jurnalis Bojonegoro Raya Raih Juara Dua

“Kami mengenalkan dan mengajak mereka membatik. Batik tulis. Mereka bisa. Bahkan, menghasilkan pakaian jadi. Seperti outer dan daster,” ujarnya.

Lain itu, Yayuk mengemukakan, SLB Kalirejo menjalin kerja sama dengan sejumlah pengusaha lokal Kecamatan Ngraho. Misalnya, pengusaha kerajinan Tunggak Jati.

‘’Kami ajak anak-anak ke situ. Mencoba berbagai hal memungkinkan. Mencari dan mengoptimalkan potensinya,’’ pungkasnya. (sab/kza)

error: Content is protected !!