Penyaluran Beasiswa Keluarga Miskin Masih Minim, Diduga DTSEN Belum Klir

08/06/2026
KAMPUS: Beberapa mahasiswa Unigoro saat menjalani aktivitas di kampus. Penyaluran beasiswa keluarga miskin masih minim, diduga DTSEN belum klir. (Foto: Lukman Hakim/ Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA – Mahasiswa di Bojonegoro yang mengakses beasiswa bagi keluarga miskin masih minim. Tahap pertama penyaluran beasiswa masih terserap Rp 319 juta.

Minimnya serapan diduga karena masih pengolahan data tunggal sosial dan ekonomi nasional (DTSEN). Belum rampung.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro Zamroni mengatakan, beasiswa bagi keluarga miskin sudah proses pencairan tahap pertama. Namun, jumlahnya masih belum signifikan.

Indikasinya karena mahasiswa mengajukan beasiswa harus melampirkan persyaratan keterangan keluaga miskin masuk desil satu hingga lima.

‘’Penyerapan masih belum maksimal. Kemungkinan karena ada persyaratan keterangan dari keluraga miskin yang masuk DTSEN,” katanya kepada Bojonegoro Raya, Senin (8/6/2026).

Zamroni membeberkan, tahap pertama penyaluran beasiswa keluarga miskin tercatat Rp 319 juta. Penyerapan bersamaan penyaluran beasiswa pesantren sebanyak Rp 45 juta. Dan beasiswa tugas akhir sebanyak Rp 125 juta.

‘’Sudah pencairan tahap pertama totalnya sebanyak Rp 490-an juta,” ungkapnya.

Penyaluran menyasar 162 mahasiswa dari universitas negeri maupun swasta. Sokongan anggaran dari APBD tersebut untuk pengganti uang kuliah tunggal (UKT) semester ganjil.

Zamroni mengakui telah beersosialisasi program agar menjangkau semua kalangan. Mengklaim telah publikasi masif. Melibatkan platform media sosial, website, dan kanal Radio Malowopati.

‘’Tahap pertama sudah kami publikasikan melalui pemerintah desa,” tambahnya.

DPRD Minta Dinsos Segera Selesaikan DTSEN

Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro Supriyanto mengaku telah meminta dinas sosial (dinsos) untuk menyelesaikan DTSEN yang sempat terkendala anomali data. Bisa berdampak program sosial, salah satunya beasiswa bagi keluarga miskin.

‘’Kami minta segera menyelesaikan itu, kalau belum klir bagaiamana mau mengeksekusinya,” ujarnya.

Politikus Partai Golkar tersebut mengimbau, agar banyak mahasiswa yang mengakses program beasiswa. Meliputi beasiswa tugas akhir hingga beasiswa keluarga miskin. Sesuai dengan plafon anggaran beasiswa sebanyak Rp 40,4 miliar.

Baca Juga :  Kirab Delapan Pusaka Ki Andong Sari, Antara Budaya dan Bak Karnaval Tlatah Ledok

“Kami mengharap agar beasiswa dari pemerintah daerah bisa banyak yang mengakses, untuk meningkatan SDM Bojonegoro,” jelasnya. (man/kza)

error: Content is protected !!