BOJONEGORORAYA – Sebanyak 200 mahasiswa dari sepuluh kampus di Bojonegoro, Tuban, dan Blora diajak mengenal lebih dekat industri hulu migas. Mereka menempuh perkenalan itu dalam acara Belajar Bareng Migas di Hotel Eastern Bojonegoro, Kamis (29/10/2026).
Dalam acara yang diselenggarakan Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 11 dan Zona 12 tersebut, 200 mahasiswa lintas kampus itu menyimak pemaparan para narasumber yang berasal dari SKK Migas Jabanusa, PEPC Zona 11 dan Zona 12, serta Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran.
Aneka materi disampaikan narasumber dalam acara bertema “Future Energy Leaders: Siapkah Kamu Jadi Bagian dari Perubahan?” itu. Di antaranya, pengenalan industri hulu migas dan gambaran operasional Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) PEPC Zona 12, serta beberapa lapangan migas PEPC Zona 11.
Sebagai pelengkap, acara itu juga menguak pentingnya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. Juga ada santiaji tentang komunikasi digital bertajuk “Beyond Viral: Speak with Impact, Think Digital, Lead the Future” yang disampaikan akademikus Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Lilis Puspitasari.
200 mahasiswa yang menjadi peserta, tampak antusias dengan acara Belajar Bareng Migas tersebut. Mereka menyimak dengan seksama. Juga meriuhkan sesi tanya jawab yang disediakan panitia, suatu bukti bahwa mereka tertarik dan ingin berperan dalam industri hulu migas masa depan.
Mewakili Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Asisten Daerah I Setda Bojonegoro Kusnandaka Tjatur Prasetya hadir dalam acara itu. Dia menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi PEPC yang telah menyelenggarakan Belajar Bareng Migas untuk para mahasiswa Bojonegoro, Tuban, hingga Blora.
Asisten Daerah Setda Bojonegoro bidang pemerintahan dan kesejahteraan rakyat ini meneruskan, acara Belajar Bareng Migas yang diselenggarakan PEPC ini penting. Menjadi forum belajar mahasiswa dalam memahami industri hulu migas secara lebih komprehensif.
‘’Mulai proses operasional industri hulu migas dalam menjaga pasokan energi. Hingga kontribusinya (industri hulu migas, red) terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasi dan pembangunan daerah,’’ ujarnya.
Sementara itu, Deputy Field Manager JTB Field PEPC Andy Suhendro mengemukakan, acara Belajar Bareng Migas memang bertujuan memperluas pemahaman mahasiswa mengenai industri hulu migas sekaligus membuka wawasan mereka terhadap tantangan sektor energi pada masa mendatang.
‘’Melalui Belajar Bareng Migas, kami ingin mahasiswa memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai industri hulu migas, termasuk bagaimana kegiatan operasional dijalankan dan perannya dalam mendukung kebutuhan energi,’’ jelasnya.
Andy Suhendro berharap, pengetahuan didapat para mahasiswa dalam Belajar Bareng Migas dapat menjadi bekal untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan energi di masa depan. Terutama, bagi mereka yang ingin berkarier dan berkontribusi di industri hulu migas. (sab/kza)

