BOJONEGORORAYA – Friksi antara bupati dan wakil bupati (wabup) periode 2025-2030, bisa terjadi di kabupaten/kota lain. Namun, hal tersebut kemungkinan kecil terjadi di Bojonegoro.
Sebab, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono sudah menegaskan bahwa dia dan Wabup Bojonegoro Nurul Azizah adalah satu kesatuan dalam memimpin Bojonegoro selama 2025-2030.
Hal itu diutarakan Wahono saat memimpin dan memberi arahan dalam apel pejabat-pegawai Pemkab Bojonegoro di muka Pendapa Malawapati Bojonegoro, Rabu (5/3/2025) pagi.
“Saya dan Bu Nurul ini satu,” tegasnya saat memberi arahan dalam apel perdananya tersebut, Rabu (5/3/2025) pagi.
Sehingga, Bupati Bojonegoro asal Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, itu meneruskan, setiap kebijakan dan keputusan yang diambil merupakan satu kesatuan.
Wahono meminta, pejabat-pegawai Pemkab Bojonegoro selalu menjaga hubungan baik antarsesama. Sehingga, selalu ada sinergi-kolaborasi dalam bekerja memenuhi harapan masyarakat.
Lihat postingan ini di Instagram
Khusus untuk para pejabat yang menduduki posisi pimpinan, kader DPC Partai Gerindra Bojonegoro ini mengimbau mereka bekerja secara lebih baik, giat, dan inspiratif.
“Kepala dinas dan badan, hingga camat, berilah contoh baik. Bangun suasana kerja yang baik,” tuturnya.
Lebih bagus lagi, Wahono menganjurkan para pejabat pimpinan itu bisa memberi dukungan jajaran di bawahnya. Agar, kemampuan dan keterampilan jajaran di bawahnya meningkat.
Wahono menandaskan, harus selalu ada kerja kolaborasi antar organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Bojonegoro. Terutama terkait perencanaan suatu agenda.
“Bagi (pejabat-pegawai, red) yang kinerjanya baik dan kompeten, nanti ada tambahan honor dan penghargaan,” imbuhnya.
Adik Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno ini menjamin, para pejabat pimpinan bisa berkomunikasi dengan dirinya secara terbuka. Via pesan maupun telepon.
“Bila butuh keputusan cepat, bisa segera datang ke rumah dinas. Tidak apa. Saya bebaskan,” pungkas Wahono.
Terpisah, Wabup Bojonegoro periode 2018-2023 Budi Irawanto berharap, Wahono-Nurul dapat senantiasa profesional dalam menjalankan tata kelola birokrasi di Pemkab Bojonegoro.
“Penempatan pejabat harus dilakukan secara tepat. Sesuai pangkat, golongan, pengalaman, dan kemampuan,” tuturnya.
Wawan sapaannya berpesan, Wahono-Nurul harus selalu rukun dalam memimpin Bojonegoro. Sinergi dan kolaborasi antarkeduanya jangan sampai terputus.
“Jangan sampai seperti kepemimpinan kemarin (2018-2023, red). Bupati dan wabup tidak sinkron,” ujarnya sambil tertawa. (sab/kza)


