BOJONEGORORAYA – Berjam-jam, 100 siswa SMPN 2 Sugihwaras Bojonegoro unjuk karya. Bergantian membaca puisi, gurit, cerkak, hingga poetry.
Panen karya. Memperingati Bulan Bahasa. Jumat (31/10/2025) pagi itu, halaman SMPN 2 Sugihwaras menjadi cerah. Membahagiakan. Sebuah jejak edukatif siswa SMPN 2 Sugihwaras dalam ekspresi dan karya.
Alas terpal oranye digelar. Menghampar di halaman sekolah. Satu per satu para siswa memakai baju batik dan celana-rok putih berdatangan. Duduk bersila. Berjajar.
Menghadap panggung minimalis berornamen bunga dan banner terpampang Panen Karya Kokurikuler. Bus sekolah tampak gagah, bersebelahan panggung.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMPN 2 Sugihwaras Halim Moestar naik panggung. Dihadapan para siswa dan guru, mengapresiasi kegiatan ini karena siswa bisa mengetahui sejarah dari bulan bahasa dan sumpah pemuda.
Halim Moestar mengatakan, acara ini penguatan karakter siswa melalui pembelajaran di luar sekolah dengan aksi nyata. Berpusat pada literasi dan ekspresi diri.

Tari Api Kayangan Membuka Acara
Sinar matahari mulai memancar. Siswa tetap tenang duduk bersila. Menikmati bulan bahasa. Ada yang menutupi wajahnya dari sinar matahari dengan buku.
Tari Api Kayangan menghetak. Para penari memakai busana identik merah dan hitam itu memulai beratraksi. Selendang merah bergerak. Tangan dan kaki serentak mengikuti irama musik.
Para siswa SMPN 2 Sugihwaras tampak menyiapkan seksama Tari Api Kayangan ini. Sebuah kenangan, tari khas Bojonegoro tampil di halaman sekolah yang berjarak sekitar 27 kilometer dari pusat perkotaan Bojonegoro.
Puncak acara tiba. Para siswa dag-dig-dug, bergantian membacakan dan memamerkan 100 karya tulis terbaiknya. Estafet. Karya mencakup puisi, gurit atau geguritan, cerkak atau cerita pendek, poetry, dan short story.
Karya dengan berbagai genre. Ada yang berbahasa Indonesia, bahasa Inggris, maupun bahasa Jawa. Hebat. Karya sastra dan literasi yang berkontribusi dalam bulan Bahasa dengan tema Bahasa Indonesia Berdaulat Indonesia Maju.

Susanto penanggung jawab acara mengatakan, apresiasi atas publikasi karya-karya terbaik siswa SMP Negeri 2 Sugihwaras. Langkah awal meningkatkan budaya literasi dan ekspresi diri di kalangan pelajar.
‘’Sekaligus menyemarakkan peringatan bulan bahasa sebagai momen penting pelestarian bahasa dan sastra,’’ tutur Susanto.
Pembacaan macapat oleh Suyanto menjadi penanda seksamanya pelaksanaan panen karya dalam tajuk bulan bahasa. Penuh pesan dan bermakna.
Orasi Bulan Bahasa oleh Yonathan Raharjo. Budayawan Bojonegoro ini memberi pesan bahwa Bahasa Indonesia harus lebih baik. Pemakaian Bahasa Indonesia yang benar. Siswa menjadi garda depan berbahasa Indonesia yang benar. (sab/kza)


