Satu Setengah Tahun, Dua Kecamatan di Bojonegoro Belum Tersentuh MBG

DAPUR MBG: Salah satu SPPG di perkotaan Bojonegoro. Belum ada di Kecamatan Margomulyo dan Kedewan. (Foto: Yusab Alfa Ziqin/Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA — Satu setengah tahun terlaksana, program makan bergizi gratis (MBG) di Bojonegoro masih belum adil rata.

Sentimen bahwa program MBG lebih banyak menyasar wilayah perkotaan, bukan sekadar anggapan. Di Bojonegoro, faktanya demikian.

Dari 28 kecamatan di Bojonegoro, ada dua kecamatan yang belum merasakan manfaat MBG. Yakni, Kecamatan Margomulyo dan Kedewan.

Dua kecamatan itu termasuk pelosok atau pinggiran. Di ujung barat daya dan barat laut Bojonegoro. Berbatasan dengan Ngawi, Blora, Tuban.

Para siswa, balita, ibu hamil dan menyusui di Kecamatan Margomulyo dan Kedewan pun asing dengan menu MBG. Belum pernah melahap menu MBG.

Camat Margomulyo Joko Tri Cahyono mengatakan, sejak dirilis awal 2025, program MBG memang belum masuk wilayahnya hingga akhir Juli 2026 ini.

‘’Belum ada SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, red) di sini,’’ ujarnya kepada Bojonegoro Raya, Jumat (24/7/2026) siang.

Pun, lanjut Joko sapaannya, tidak ada SPPG di kecamatan tetangga yang operasionalnya turut menyentuh Kecamatan Margomulyo.

‘’Jadi, di sini belum pernah menerima menu MBG sama sekali,’’ tandas mantan Sekretaris DisdagkopUM Bojonegoro tersebut.

Joko meneruskan, pihaknya kurang tahu mengapa program MBG belum merangsek Kecamatan Margomulyo hingga medio 2026 ini.

‘’Beberapa waktu lalu, sempat ada wacana pembangunan SPPG di sini. Namun, sampai kini belum terealisasi,’’ imbuhnya.

Lebih lanjut, camat lulusan IPDN ini memperkirakan, penerima manfaat MBG di Kecamatan Margomulyo berjumlah sekitar 3.500 jiwa.

‘’Dengan jumlah penerima manfaat sebanyak (sekitar 3.500 jiwa, red) itu, dua SPPG mungkin sudah cukup,’’ pungkas mantan Camat Baureno ini.

Terpisah, Kepala SMPN 1 Kedewan Wahyudiono mengemukakan, sejak awal diluncurkan, program MBG belum menyentuh sekolahnya.

‘’Kami belum (menerima program MBG, red),’’ ujarnya saat dihubungi Bojonegoro Raya, Jumat (24/7/2026) sore.

Baca Juga :  Upaya Atasi Banjir Perkotaan, Lumpur Drainase Dibersihkan

Menurut Wahyudiono, SMPN 1 Kedewan bukan satu-satunya sekolah di Kecamatan Kedewan yang belum dapat manfaat program MBG.

‘’Se-Kecamatan Kedewan juga belum,’’ imbuh mantan guru olahraga SMPN 1 Purwosari tersebut.

Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Bojonegoro Tommy Mandala Putra belum menanggapi berita ini. Dia belum merespons konfirmasi. (luk/sab)

error: Content is protected !!