BOJONEGORORAYA – Semangat juang para atlet kempo Bojonegoro menyala. Berangkat dengan semangat medali pada Porprov 2025. Mengingat porprov sebelumnya belum bisa membawa pulang medali.
Terbukti, para kenshi bermain agresif. Tenang. Akhirnya mampu meraih dua perak dalam Porprov 2025 di Malang Raya. Fariza Rahma Ahzzahra meraih perak di kelas tandoku putri.
Sedangkan, Naufal Alvitra juga meraih perak di kelas randori putra 40-45 kilogram (kg). Medali yang mencatatkan sejarah bagi cabor kempo Bojonegoro. Mencatatkan legacy atas torehan dua perak. Menggembirakan.
‘’Mendapat dua medali perak. Hampir saja emas. Tapi sudah cukup bagus, karena kami sebelumnya tidak mendapat medali,’’ tutur Priyono pendamping para kenshi bertanding di Porprov 2025, Minggu (29/6/2025).

Awal meraih perak yakni Fariza Rahma Ahzzahra. Laga final berlangsung di Gor Universitas Brawijaya (UB) Malang. Fariza Rahma Ahzzahra final melawan atlet tuan rumah, Kota Malang. Laga final berlangsung Kamis (26/6/2025).
Sementara, Naufal Alvitra menjalani final Minggu (29/6/2025). Babak final randori putra 40-45 kg tersebut, Naufal Alvitra melawan atlet asal Bangkalan. Berlangsung di Gor UB Malang. Cabor kempo dalam Porprov 2025 sudah rampung.
‘’Kami memberangkatan delapan atlet kempo. Dan, mendapat dua perak,’’ tutur Priyono.
Menurut pria bertugas di Polres Bojonegoro tersebut, dua medali perak ini buah dari latihan intensif. Seminggu dua kali. Tempat latihan (dojo) di halaman Satlantas Polres Bojonegoro dan Makodim.
‘’Latihan Jumat dan Minggu. Seminggu dua kali,’’ tutur anggota kepolisian tersebut. (sab/kza)

