Semayamkan Api Abadi, Simbol Semangat dan Perjuangan Bojonegoro

RITUS: Bupati Wahono saat menyemayamkan api abadi di Pendapa Malawapati, Senin (19/10/2026) malam. (Foto: Yusab Alfa Ziqin/Bojonegoro Raya)
RITUS: Bupati Wahono saat menyemayamkan api abadi di Pendapa Malawapati, Senin (19/10/2026) malam. (Foto: Yusab Alfa Ziqin/Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA — Camat Bojonegoro David Yudha Prasetya melangkah khidmat. Dahinya berpeluh keringat. Terpapar hangat obor api yang berjarak dekat. Dipegang erat.

Ketua Komisi A DPRD Bojonegoro Sudiono mendampingi David di sisi kiri. Di belakang keduanya, puluhan orang baris rapi. Di pucuk belakang, orang-orang hadrahan dan selawatan.

Peristiwa itu terjadi Senin (19/10/2026) malam. Rombongan dipimpin David tersebut bagian dari kirab api abadi memperingati Hari Jadi ke-349 Bojonegoro (HJB 349). Bergerak dari Kantor Bakorwil Bojonegoro menuju Pendapa Malawapati.

Di depan regol Kompleks Pemkab Bojonegoro, api abadi dibawa David diserahkan ke Ketua DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar dan diarak ke Pendapa Malawapati.

Wabup Bojonegoro Nurul Azizah yang sudah menunggu di depan Pendapa Malawapati, menerima api abadi dari Abdulloh Umar. Lantas membawanya masuk ke Pendapa Malawapati.

Berlanjut di dalam Pendapa Malawapati, Wabup Nurul Azizah menyerahkan api abadi ke Bupati Setyo Wahono. Dan, kirab api abadi berakhir. Api abadi disemayamkan di Pendapa Malawapati.

Bupati Wahono memimpin penyemayaman api abadi tersebut. Didampingi Wabup Nurul Azizah, Sekda Bojonegoro Edi Susanto, dan jajaran Forkopimda Bojonegoro.

Dalam sambutannya, Bupati Wahono mengatakan, kirab dan penyemayaman api abadi dari Kayangan Api itu bukan sekadar seremoni. Namun juga simbol yang memiliki arti.

‘’Api abadi yang disemayamkan ini simbol semangat dan perjuangan untuk Bojonegoro yang kita cintai bersama,’’ terangnya, Senin (19/10/2026) malam.

Selain itu, lanjut dia, ritus kirab dan penyemayaman api abadi ini juga bentuk nguri-uri budaya dan hormat sejarah. Api abadi diambil dari Kayangan Api, situs leluhur Bojonegoro.

Berkaca pada semiotika api abadi, Bupati Wahono mengharap semua pihak terus bersatu dan berjuang dalam membangun Bojonegoro serta menyejahterakan masyarakat Bojonegoro.

Baca Juga :  Delapan ASN Pemkab Bojonegoro Terjaring Operasi, sedang Ngopi saat Jam Kerja

‘’Mari perjuangkan Bojonegoro dengan kerja nyata, inovasi, dan gotong royong. Beri manfaat nyata untuk masyarakat. Semangat membangun Bojonegoro harus terus menyala,’’ tuturnya.

Untuk diketahui, serampung penyemayaman api abadi, ada pemanjatan doa oleh lima pemuka agama. Ditutup dengan makan tumpeng bersama. Semarak. Semanak.

Perlu diketahui juga, seluruh pejabat teras dan kepala organisasi perangkat daerah Pemkab Bojonegoro, hadir dalam agenda di Pendapa Malawapati itu.

Sedangkan, 430 lurah dan kepala desa se-Bojonegoro mengikuti melalui video conference. Sebab, mereka mengggelar agenda serupa di kelurahan/desa masing-masing. (*)