Pemkab Bojonegoro mulai menggulirkan Bike to Work untuk ASN. Unggul Satryo Prabowo berpartisipasi. Bersepeda sejauh 40 km dari rumah ke kantornya.
BOJONEGORORAYA — Motor Honda Scoopy milik Unggul Satryo Prabowo tetap di garasi, Senin (30/3/2026) pagi. Mesin kendaraan itu juga tidak dinyalakan untuk dipanaskan sebagaimana biasanya.
Pagi itu, Unggul Satryo Prabowo justru mengambil sepedanya. Dia mengelap dan mengamati sepeda jenis roadbike merk Giant tersebut. Cek dan ricek. Sebab, sepeda itulah yang akan digunakan untuk ngantor.
Rampung bersiap berangkat, aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Bojonegoro itu memakai helm sepeda dan sarung tangan. Lantas, menaiki roadbike-nya. Mengayuhnya perlahan ke Bojonegoro selatan.
Tujuan Unggul Satryo Prabowo ialah Kantor Pemerintah Kecamatan Gondang. Dari rumahnya di Desa Sukorejo, perkotaan Bojonegoro, kantor itu berjarak sekitar 40 kilometer (km). Naik turun perbukitan, menembus hutan.
Ya, pagi itu, Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Pemerintah Kecamatan Gondang tersebut sedang berpartisipasi dalam kebijakan Bike to Work (B2W). Kebijakan baru Pemkab Bojonegoro yang bergulir mulai Senin (30/3/2026).
Yang unik, ASN akrab disapa Unggul itu sesungguhnya tidak harus berpartisipasi dalam B2W. Sebab, jarak rumah dengan kantornya lebih dari 15 km. Dia masuk kriteria ASN yang tidak wajib berpartisipasi dalam B2W.
‘’Meski tidak wajib, tapi saya tetap ingin berpartisipasi. Karena, saya senang. Hobi gowes (bersepeda, red) juga,’’ ujarnya saat dihubungi Bojonegoro Raya, Senin (30/3/2026) siang.
Unggul mengemukakan, jarak B2W sekitar 40 km tersebut ditempuh hampir dua jam. Berangkat dari rumahnya di Desa Sukorejo pukul 05.55 WIB, sampai kantor pukul 07.45 WIB. Pukul 08.00 WIB ikut apel. Pas. Tepat waktu.
ASN kelahiran 1972 itu happy menjalani B2W sejauh 40 km. Sepanjang jalan, hatinya senang. Terlebih, suasana sepanjang jalan juga mendukung. Pagi-pagi jalanan masih sepi. Hawanya sejuk. Segar. Adem.
‘’B2W ini kebijakan yang menyenangkan. Mendorong hidup sehat, disiplin, juga membentuk kepedulian lingkungan. Ada upaya pengurangan emisi karbon dan hemat BBM,’’ tuturnya.
Selain itu, mantan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro tersebut mengemukakan, B2W membuat dirinya lebih bersemangat mengawali pekerjaan.
‘’Badan dan pikiran menjadi lebih segar dalam bekerja melayani masyarakat,’’ imbuh ASN bergelar sarjana hukum itu.
Lebih lanjut, Unggul menyampaikan, dia ingin terus berpartisipasi dalam B2W saban Senin. Namun, tetap mempertimbangkan kondisi fisik atau kesehatan. Juga mempertimbangkan keadaan cuaca.
Terpisah, Camat Gondang Rachmad Sholeh Farokhi mengapresiasi apa yang dilakukan salah satu kasinya tersebut. Farokhi sapaannya mengatakan, Unggul bisa disebut sosok inspiratif dalam bergulirnya kebijakan B2W.
‘’Ada 80 persen ASN Pemerintah Kecamatan Gondang domisilinya di perkotaan Bojonegoro. Dari 80 persen itu, hanya beliau (Unggul, red) yang berpartisipasi dalam B2W,’’ ujarnya.
Camat alumnus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang juga berdomisili di perkotaan Bojonegoro itu meneruskan, meskipun dia tidak wajib, sekali waktu ingin juga berpartisipasi dalam B2W. (sab/kza)


