BOJONEGORORAYA — Sebanyak 14 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bojonegoro, sedang mandek. Berhenti beroperasi.
Penyebabnya, dana operasional 14 dapur penyuplai menu Makan Bergizi Gratis (MBG) itu sudah habis. Belum ditransfer lagi oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Sebagaimana laporan diterima Pemkab Bojonegoro per Senin (15/12/2025) kemarin, 14 SPPG berhenti beroperasi itu berada di sebelas kecamatan.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono membenarkan hal itu. Pemkab Bojonegoro menerima laporan dimaksud sejak awal Desember 2025 kemarin.
‘’Kami sudah bersurat ke BGN terkait hal (SPPG berhenti beroperasi, red) itu,’’ ujarnya kepada awak media, Selasa (16/12/2025) malam.
Bupati Wahono meneruskan, Pemkab Bojonegoro tentu menyayangkan pemberhentian operasional 14 SPPG di sebelas kecamatan tersebut.
‘’Kami berharap, SPPG-SPPG itu segera beroperasi kembali. Menyalurkan menu MBG lagi,’’ imbuhnya.
Sebab, lanjut bupati sejak pertengahan Februari 2025 itu, menu MBG selalu dinanti para pelajar maupun ibu hamil yang menjadi penerima manfaat.
Yati, salah satu wali murid pelajar di SMPN 5 Bojonegoro membenarkan bahwa baru-baru ini anaknya tidak menerima menu MBG di sekolah.
‘’Info di Grup WA (WhatsApp, red) wali murid, SPPG pengirim (menu MBG, red) sedang berhenti beroperasi. Belum ada dana,’’ ujarnya. (sab/kza)

