BOJONEGORORAYA — Bupati Bojonegoro Setyo Wahono medhayoh ke Kecamatan Gayam, Kamis (11/6/2026). Bertemu ratusan warga. Menangkup suka-duka dan ragam aspirasinya.
Di Kecamatan Gayam, Bupati Wahono medhayoh di Desa Ngraho. Dia ikut tandur pari, mengunjungi salah satu keluarga penerima manfaat (KPM) program Gayatri, dan tanam pohon.
Selain itu, Bupati Wahono juga meresmikan Wisata Situs Perahu Kuno dan Wisata Religi Eyang Sueto Prodjo. Ditutup doa bersama di area setempat, bersama masyarakat.
Dalam sesi rembug bersama para warga, Bupati Wahono menyampaikan, dia senang medhayoh ke desa-desa. Menurutnya, medhayoh merupakan momen yang ditunggu-tunggu.
“Medhayoh ini momen yang saya tunggu. Mendengar langsung kebutuhan dan aspirasi masyarakat,” ujarnya.
Ihwal kebutuhan masyarakat Kecamatan Gayam, Bupati Wahono menyebut, pihaknya tentu mengatensi. Kecamatan Gayam punya dua kekuatan: pertanian dan industri hulu migas.
‘’Keduanya harus mampu berjalan beriringan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,’’ tuturnya.
Untuk itu, putra Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo ini mengatakan, Pemkab Bojonegoro telah menginventarisasi kebutuhan masyarakat Kecamatan Gayam.
‘’Sehingga, bisa mengalokasikan program CSR (corporate social responsibility, red) secara tepat sasaran,‘’ imbuhnya.
Lebih lanjut, Bupati Wahono berpesan, masyarakat Kecamatan Gayam tidak lelah menjalankan pertanian. UMKM pun perlu dimaksimalkan. Keduanya akan didukung program CSR.
Untuk diketahui, Desa Ngraho memang dekat dengan Lapangan Banyu Urip, lapangan migas raksasa yang dioperatori ExxonMobil Cepu Limited. Desa di tepi Bengawan itu masuk ring I.
Sudah tentu, Desa Ngraho berhak menerima program CSR dari ExxonMobil Cepu Limited—perusahaan hulu migas asal Amerika itu. Guna pemberdayaan dan peningkatan ekonomi desa.
Untuk diketahui pula, usai medhayoh di Desa Ngraho, Bupati Wahono lanjut medhayoh ke Pendapa Kantor Kecamatan Purwosari. Menghadiri Jagong Gayeng dengan ratusan warga. (sab/kza)

