Sebagian Kuota Jalur Domisili Sebaran SPMB SMAN Tidak Terisi

SISAKAN KUOTA: Kuota jalur domisili sebaran dalam SPMB SMAN di SMAN 3 Bojonegoro tidak terisi penuh. (Foto: Istimewa)

BOJONEGORORAYA – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Bojonegoro, menyisakan sejumlah kuota kosong.

Pasalnya, kuota jalur domisili sebaran tidak terisi penuh. Minim bahkan tidak ada pendaftar di satu desa yang mencakup rayon sekolah.

Kuota jalur domisili sebaran yang tidak terisi itu pun dialihkan. Ditambahkan di jalur pemenuhan kuota. Hal tersebut sebagaimana terjadi di SMAN 3 Bojonegoro.

Kepala SMAN 3 Bojonegoro Tri Herwidyatmono mengungkapkan, ada beberapa desa dekat sekolahnya tidak mempunyai pendaftar jalur domisli sebaran.

‘’Sehingga, kuota (jalur domisili sebaran, red) yang disediakan, tidak terisi penuh,’’ ujarnya kepada Bojonegoro Raya, Rabu (17/6/2026).

Mantan Kepala SMKN 1 Arjasa, Sumenep itu meneruskan, kuota jalur domisili reguler lulusan 2025 dalam SPMB di sekolahnya pun sama. Tidak terisi penuh.

‘’Sementara, untuk kuota jalur domisili reguler lulusan tahun ini terisi penuh,’’ imbuhnya.

Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Jawa Timur (Jatim) Bojonegoro-Tuban Agus Hariyono menerangkan, jalur domisili sebaran untuk meratakan input satuan pendidikan.

Agus Hariyono menyebut, ada beberapa sebab memicu sebagian kecil SMAN tidak dapat memenuhi kuota jalur domisili sebaran dalam SPMB.

‘’Bisa jadi, pendaftar di desa (rayon sekolah, red) itu sudah masuk di jalur domisili reguler,’’ tuturnya.

Plt Kepala Cabdisdik Jatim Bojonegoro-Tuban sejak 31 Maret 2026 ini melanjutkan, setiap pendaftar jalur domisili sebaran merupakan duta desa dalam SPMB. Sehingga, lebih diutamakan.

Dalam sejumlah case, ada masyarakat salah paham karena keutamaan tersebut. Misal, ada duta desa yang nilai akademiknya rendah, namun tetap diterima. Itu karena SPMB melihat status dan jalurnya. Tidak semata nilai akademiknya.

Lebih lanjut, Agus Haryono mengatakan, kuota jalur domisili sebaran yang tidak terisi akan dimasukan dalam jalur pemenuhan kuota pada SPMB tahap terakhir.

Baca Juga :  Kepala Cabdisdik Bojonegoro: Verifikasi KK Berlapis, Siswa Harus Cermat Pilih Sekolah

‘’(Kuota jalur domisili sebaran, red) Akan lari (dialihkan, red) ke jalur pemenuhan kuota,’’ terang eks Kepala SMAN 1 Parengan ini.

Ditanya terkait evaluasi jalur domisili sebaran agar kuotanya terpenuhi tahun depan, dia memamparkan, pemenuhan kuota domisili sebaran tidak bisa dipaksakan.

‘’Jumlah pendaftar berubah setiap tahun. Bisa jadi tahun ini tidak ada pendaftar, namun tahun depan ada,” tutupnya. (man/sab)

error: Content is protected !!