BOJONEGORORAYA – Hari terakhir pengambilan PIN pada sistem penerimaan murid baru (SPMB) SMA/SMK di Bojonegoro tercatat 12.191 siswa. Setiap sekolah mulai melakukan verifikasi.
Pelaksanaan tahap pertama SPMB jalur domisili. Pembukaan tahap pertama ini mulai Kamis (11/6/2026). Siswa harus mulai menyiapkannya.
Berdasar data pengambilan PIN di SMK lebih banyak dibanding SMA.
Berdasar data melalui SPMB Jatim per Selasa (9/6/2026) sore, tercatat sebanyak 5.774 siswa memilih mengambil PIN di SMA. Sementara, 6.414 siswa mengambil PIN SMK. Lebih banyak.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Bojonegoro Agus Hariyono mengatakan, pengajuan pengambilan PIN bakal ditutup Selasa (9/6/2026) pukul 23.59 WIB. Kesempatan terakhir. Diharapkan para pendaftar memanfaatkan sisa waktu secara maksimal.
“Jangan sampai ketika secara sistem sudah tertutup ada yang belum mengambil PIN. Akhirnya, nanti akan rugi sendiri,” katanya kepada Bojonegoro Raya.
Agus melanjutkan, setelah pengambilan PIN, masing-masing SMA dan SMK akan melakukan verifikasi. Serta, validasi dokumen berdasar berkas siswa telah di-upload.
‘’Besok masih ada proses verifikasi. Upload berita acara, selanjutnya muncul PIN masing-masing siswa,” tutur Agus.
Adapun, SPMB tahap pertama jalur domisili mulai pada 11-12 Juni. Sehari setelah jalur domisili selesai, para siswa akan mengetahui hasilnya. Diterima atau tidaknya di sekolah tujuan.
Operator Sekolah Mulai Verifikasi Berkas
Kepala SMKN 2 Bojonegoro Alim Suwantono mengatakan, operator sekolah memverifikasi dan validasi dokumen yang sudah dikirim. Sekaligus menyongsong mulainya tahap pertama SPMB jalur domisili.
‘’Bisa jadi siswa mengambil PIN di SMKN 2 Bojonegoro, tapi mendaftar di SMKN lainnya. Sehingga yang verifikasi bukan dari operator kami,” jelasnya.
Alim mengatakan, pagu SPMB di sekolah yang ia pimpin tersedia 648 kuota. Sementara, siswa lulusan SMP/MTs sederajat mengambil PIN sebanyak 775 hingga hari terakhir. Tentu, jumlah tersebut terbanyak di antara SMA/SMK lainnya.
‘’Pengambilan PIN di SMKN 2 Bojonegoro melebihi kuota. Iya, alhamdulilah terbanyak,” ungkapnya.
Menurut Alim, pendaftar di SMK lebih banyak kerena beragam pilihan jurusan yang sesuai dengan bidang kerja yang diinginkan siswa. Banyak pelatihan skill sebelum terjun di dunia kerja.
“Karena banyak jurusan, sehingga para lulusan SMP memilih melanjutkan ke SMK,” tambahnya. (man/kza)

