Kepala Cabdisdik Bojonegoro: Verifikasi KK Berlapis, Siswa Harus Cermat Pilih Sekolah

JADI PILIHAN: Para siswa SMAN 1 Bojonegoro pulang sekolah. Sekolah ini bakal menjadi perebutan pendaftar. Cabdisdik Bojonegoro Agus Haryono memastikan pengawasan KK berlapis. (Foto: Lukman Hakim/ Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Bojonegoro-Tuban Agus Hariyono memerintahkan agar sekolah melakukan pengawasan ketat terhadap berkas kartu keluarga (KK).

Ada syarat dan ketentuan ketat dalam pemberlakuan KK. Sikap tegas ini karena berkas KK menjadi syarat seleksi penerimaan siswa baru (SPMB) jalur domisili. Pendaftaran SMAN dan SMKN jalur domisili mulai dibuka Kamis (11/6/2026).

‘’Jalur domisili regulasinya sesuai dengan KK yang dimiliki. Kemarin juga sudah dilakukan verifiaksi di sekolah melalui sistem,” katanya kepada Bojonegoro Raya.

Menurut Agus Hariyono, pengetatan dan pengecekan jarak rumah dengan sekolah melalui KK calon peserta didik. Pengecekan KK bakal berlapis. Berkoordinasi dengan dinas kependudukan dan catatan sipil (disdukcapil) setempat.

Pengecekan KK sebagai ini dilakukan semenjak verifikasi dan pengambilan PIN. Dan, pengecekan terus berlangsung. Menghindari kecurangan.

Berdasar lama spmbjatim.net, KK diterbitkan minimal satu tahun sebelum tanggal pendaftaran SPMB tahap pertama. Nama orang tua yang tercantum dalam KK harus sama dengan identitas nama di rapor atau ijazah dan akta kelahiran.

Namun, apabila terdapat perbedaan, KK terbaru dapat digunakan apabila orang tua meninggal dunia, bercerai, dan kondisi lain yang ditetapkan oleh pemerintah daerah.

Siswa Harus Memilih Sekolah dengan Cermat

Agus Hariyono menghimbau para siswa menggunakan jalur domisili secara maksimal. Calon siswa yang masih dalam satu rayon segera mengambil kesempatan mendaftar.

Dan, mengingatkan agar para calon siswa jangan berspekulasi daftar di jalur dua atau jalur tiga di luar domisili.

‘’Nanti kami khawatir tidak daftar di jalur domisili, ternyata beleset di jalur dua dan tiga-nya,” jelasnya.

Sementara itu, alasan jalur domisili dalam SPBM berlangsung lebih awal untuk mengakomodir siswa yang dekat dengan sekolah. Selai itu, tahun ini sistem SPMB diperketat dari tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Ratusan Siswa SMAN 1 Kedungadem Bojonegoro Diduga Keracunan MBG

‘’Istilahnya kami melakukan beberapa mitigasi terkait kendala yang ada di tahun lalu. Serta, memberikan kesempatan yang utama kepada warga di sekitar sekolah,” jelas dia.

Serta, sudah ada pembagian masing-masing sekolah per wilayah atau rayon. Pemeringkatan jalur domisili berbeda dengan zonasi tahun lalu. Tahun ini terdapat penambahan penilaian untuk pemeringkatan.

Jika diurutkan sesuai prioritas, nilai tes kemampuan akademik (TKA) jadi yang pertama. Lalu, jarak rumah dengan sekolah. Terakhir berkaitan dengan usia. (man/kza)

error: Content is protected !!