Satu Kecamatan Satu Alat Pakan, Peternak Gayatri Berharap Segera Tersalurkan

30/06/2026
BERTELUR: Peternakan ayam petelur program Gayatri di Bojonegoro. Saat ini peternak mengeluhkan harga pakan mahal. Pemkab Bojonegoro berusaha merealisasikan alat pakan. (Foto: Lukman Hakim/ Bojonegoro Raya).

BOJONEGORORAYA – Pramono salah satu peternak ayam Gayatri berharap bantuan alat pakan segera tersalurkan. Peternak asal Kecamatan Gondang, Bojonegoro, tersebut mengaku bisa meringankan beban karena harga pakan mahal.

‘’Lebih cepat lebih baik, agar cepat juga bisa membantu kami sebagai peternak,” katanya kepada Bojonegoro Raya, Senin (29/6/2026).

Pramono salah satu keluarga penerima manfaat (KPM) Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri). KPM asal Gondang tersebut memastikan belum mendengar kabar adanya bantuan alat pengolah pakan dari pemerintah daerah.

Namun, Pramono berharap rencana tersebut bisa segera tersalurkan. Bermanfaat meringankan atas keluhan saat harga pakan mahal. Pemkab Bojonegoro masih mengusahakan, tambah unit alat pembuat pakan. Rencananya satu kecamatan, satu alat pakan.

Meski begitu, Pramono sudah menyiasati saat harga pakan tinggi seperti saat ini. Dengan memberikan pakan ayam berupa jagung sebagai campuran. Meskipun berdampak pada ayam karena produksi telur berkurang.

‘’Saya campur dengan jagung, ternyata produksi telurnya menurun,” ungkapnya.

Pramono menanam jagung di samping rumah. Dan, memanfaatkan untuk campuran pakan. Strategi tersebut memastikan Pramono masih bertahan beternak ayam program Gayatri.

Pengepul Membeli Telur Rp 23.000

Hingga saat ini, Pramono memastikan ayam program Gayatri masih tersisa 49 ekor. Bertahan dengan subsidi pakan mandiri.

‘’Alhamdulilah ini masih bertahan,” ujarnya tersenym tipis.

Ia membeberkan, harga jual telur di kandangnya sekitar Rp 25.000 per kilogram (kg). Harga tersebut apabila yang membeli konsumen. Namun ketika dibeli pengepul, harga telur laku sekitar Rp 22.000.

Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro Elfia Nuraini mengatkan, pemkab telah menyepakati bantuan alat pembuat pakan untuk program Gayatri. Dan, akan mengusahakan cepat terealisasi.

“Masih proses pengajuan notdin (nota dinas),” jawabnya kepada Bojonegoro Raya, Senin (29/6/2026).

Baca Juga :  Bojonegoro Butuh Riset Sadar Hukum, Setiap Desa Perlu Satu Pengacara

Elfia menambahkan, jumlah bantuan alat pakan bertambah dari rencana awal 19 unit menjadi 28 unit. Membaginya merata, masing-masing kecamatan satu unit.

Alat pakan ini nantinya membantu KPM atau peternak ayam Gayatri mengatasi kondisi harga pakan melambung. (man/kza)

error: Content is protected !!