Pasar Kota Bojonegoro Dibongkar, Pedagang Berpencar

SEWA KIOS: Salah satu pedagang Pasar Kota Bojonegoro menata kios sewanya. Tidak ikut pindah ke pasar wisata. (Foto: Yusab Alfa Ziqin/ Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA — Pengerjaan konstruksi proyek Pembangunan Pasar Kota Bojonegoro segera dimulai. Kios-kios dan bangunan pasar kini tengah dibongkar. Dikosongkan.

Berkenaan itu, Pemkab Bojonegoro sudah memastikan tidak membangun tempat penampungan sementara (TPS) untuk para pedagang. Pemkab mengarahkan mereka ke Pasar Wisata Bojonegoro.

Namun, tidak semua pedagang Pasar Kota Bojonegoro sepakat dengan arahan tersebut. Cukup banyak pedagang pilih menyewa atau membangun kios di sekitar Pasar Kota Bojonegoro.

Ada juga pedagang Pasar Kota Bojonegoro memilih pindah ke Pasar Banjarejo. Bahkan, ada yang gotong royong membangun TPS mandiri. Sama ogah ke Pasar Wisata Bojonegoro.

Tika, salah satu pedagang Pasar Kota Bojonegoro yang tidak ikut pindah ke Pasar Wisata Bojonegoro. Dia menyewa satu kios di tepi Jalan KH Mansyur, barat Pasar Kota Bojonegoro.

‘’Enak di sini. Pasar wisata jauh,’’ ujar Tika saat ditemui Bojonegoro Raya di kios barunya, Rabu (1/7/2026) pagi.

Selain jauh, pedagang mrancang itu mengemukakan, lapak di Pasar Wisata Bojonegoro kurang proper untuk dagangannya. Terlebih, lapak itu berada di lantai dua. Sulit boyongnya.

‘’Di kios ini, saya menyewa setahun. Harganya, Rp 10 juta per tahun,’’ imbuhnya.

Wignyo juga pedagang Pasar Kota Bojonegoro. Dia pun tidak ikut ke Pasar Wisata Bojonegoro. Memilih melapak di teras rumah warga keturunan Arab di barat Pasar Kota Bojonegoro.

‘’Saya pilih di sini saja. Tidak ke pasar wisata,’’ jelasnya saat ditemui Bojonegoro Raya di lapaknya, Rabu (1/7/2026) pagi.

Alasan Wignyo tidak ikut pindah ke Pasar Wisata Bojonegoro serupa dengan Tika. Yakni, lapak disediakan di pasar itu tidak ideal untuk dagangan. Dan, lokasi pasar itu terlalu jauh.

‘’Saya khawatir kehilangan pelanggan,’’ imbuh pedagang bumbu dapur asal Kecamatan Parengan, Tuban ini.

Baca Juga :  Jurnalis Bojonegoro Raya Isi Pelatihan Jurnalistik di Tiga Kampus

Berbeda dengan Tika dan Wignyo, Rohmah yang tidak ikut ke Pasar Wisata Bojonegoro, memilih bangun kios sendiri. Lokasinya di tepi Jalan KH Mansyur, barat Pasar Kota Bojonegoro.

‘’Kalau sewa kios, mahal,’’ ujar Rohmah saat ditemui Bojonegoro Raya di kiosnya, Rabu (1/7/2026) pagi.

Pedagang gerabah dan kerajinan anyaman bambu ini mengutarakan, kios dari rangka dan papan galvalum miliknya, menghabiskan dana sekitar Rp 1,5 juta. Tukangnya dia sendiri.

‘’Saya senang begini. Daripada pindah ke pasar wisata,’’ imbuh warga Kelurahan Ledok Wetan, perkotaan Bojonegoro itu.

50 Pedagang Berswadaya, Bangun TPS Mandiri

Bekas bangunan di timur Kantor Perusahaan Peti Mati Koco Sasmito, ramai orang. Mereka usung-usung kayu, papan, besi, dan aneka dagangan. Ada juga yang sibuk dandan.

Orang-orang sedang riuh dalam pekerjaan itu, merupakan para pedagang Pasar Kota Bojonegoro. Mereka tengah membangun TPS mandiri. Pakai dana sendiri. Swadaya.

Doyok salah satu pedagang Pasar Kota Bojonegoro yang memutuskan akan berdagang di TPS mandiri turut Jalan Jaksa Agung Suprapto, perkotaan Bojonegoro tersebut.

Pedagang mrancang ini mengatakan, dia ogah pindah ke Pasar Wisata Bojonegoro karena jauh. Khawatir kehilangan pelanggan. Kios di Pasar Wisata Bojonegoro juga tidak sip.

‘’Saya pilih di sini. Lebih dekat, lebih enak,’’ tuturnya kepada Bojonegoro Raya di TPS mandiri, Rabu (1/7/2026) pagi.

Warga Kelurahan Ledok Kulon, perkotaan Bojonegoro ini menyebut, sedikitnya ada 50 pedagang Pasar Kota Bojonegoro akan berdagang di TPS mandiri. Gotong royong bangun TPS mandiri.

‘’Jumlah pedagang masih bisa bertambah. Banyak yang berminat ikut ke (TPS mandiri, red) sini,’’ imbuhnya.

Pilih Pasar Banjarejo daripada Pasar Wisata

Selain pilih menyewa dan membangun kios di sekitar Pasar Kota Bojonegoro, juga membangun TPS mandiri, para pedagang Pasar Kota Bojonegoro juga ada yang memilih pindah ke Pasar Banjarejo.

Baca Juga :  Pembangunan Pasar Kota Bojonegoro Digarap Kontraktor Surabaya, Juli Pengerjaan Konstruksi

Dwi salah satu pedagang Pasar Kota Bojonegoro yang pindah ke Pasar Banjarejo tersebut. Namun, pilihan untuk berpindah ke Pasar Banjarejo itu hanya sementara.

‘’Nanti, saya ikut ke pasar wisata,’’ ujarnya saat ditemui Bojonegoro Raya di Pasar Banjarejo, Rabu (1/7/2026) pagi.

Saat ini, kata pedagang snack asal Desa Campurejo, perkotaan Bojonegoro itu, kios yang didapatnya di Pasar Wisata Bojonegoro sedang ditata. Agar lebih ideal untuk dagangannya.

‘’Daripada di pasar wisata, semestinya lebih enak di sini. Dekat jalan raya. Lantai satu pula,’’ tuturnya.

Salah satu pedagang Pasar Kota Bojonegoro yang juga pindah di Pasar Banjarejo mengatakan, ketimbang di Pasar Wisata Bojonegoro, memang lebih enak di Pasar Banjarejo.

‘’Kami sewa dua kios,’’ ujar pedagang enggan disebut namanya itu, Rabu (1/7/2026) pagi.

Namun, pedagang kain itu mengemukakan, baru-baru ini para pedagang Pasar Kota Bojonegoro yang memilih ke Pasar Banjarejo, mendapat kabar kurang mengenakkan.

‘’Kami diminta pindah ke Pasar Wisata. Entah betul atau tidak kabar itu,’’ imbuhnya.

Siapa yang meminta pindah tersebut, pedagang ini tidak mengemukakan. Yang jelas, permintaan itu ada. Dan, tentu para pedagang keberatan. Sebab, sudah rampung menata kiosnya.

‘’Kalau pindah ke pasar wisata, kami tentu menata (kios, red) lagi. Boyongan lagi,’’ keluhnya. (sab/kza)

error: Content is protected !!