Dua Proyek Migas di Bojonegoro Terbentur LSD, Masuk Atensi KSP

BERI ATENSI: Dudung Abdurachman saat doorstop dengan awak media di Hotel Eastern Bojonegoro, Selasa (7/7/2026) pagi. (Foto: Yusab Alfa Ziqin/Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA — Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Purnawirawan Jenderal TNI Dudung Abdurachman medhayoh ke Bojonegoro, Selasa (7/7/2026) pagi.

Dia menilik proyek eksplorasi migas di Lapangan Kedung Keris West turut Desa Sukoharjo dan Leran, Kecamatan Kalitidu. Lalu, rapat di Hotel Eastern Bojonegoro.

Dalam rapat tersebut, Dudung Abdurachman, jajaran lintas kementerian, SKK Migas, Pemprov Jatim, Pemkab Bojonegoro, dan perusahaan migas, berkoordinasi.

Mereka mengatensi dua proyek migas di Bojonegoro yang berdiri di atas lahan sawah dilindungi (LSD) atau lahan sawah yang dilestarikan pemerintah.

Dua proyek migas dimaksud yakni eksplorasi migas di Kedung Keris West yang ditilik. Dan, eksplorasi migas Sumur Banyu Geni di Desa Sidomukti, Kecamatan Kepohbaru.

Eksplorasi migas di Kedung Keris West menggangsir LSD seluas 0,6 hektare. Sementara, eksplorasi migas di Sumur Banyu Geni menapak LSD seluas 3,5 hektare.

Dudung sapaannya menilai, dua proyek eksplorasi migas di Bojonegoro tersebut akan berkontribusi besar terhadap peningkatan produksi migas nasional.

Kedung Keris West dioperatori ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) diperkirakan menyimpan cadangan minyak bumi sebanyak 9,9 million barrels of oil (MMBO).

Sedang, Sumur Banyu Geni dioperatori Pertamina EP Cepu (PEPC) menyimpan cadangan minyak bumi 12 MMBO dan gas bumi 13 billion cubic feet (BCF).

Namun, sementara ini, pelaksanaan dua proyek eksplorasi migas itu masih terkendala perizinan pemanfaatan LSD. Terbentur kebijakan pemerintah sektor pangan.

Berkenaan itu, Dudung menegaskan, perizinan dua proyek migas untuk ketahanan energi nasional tersebut jangan berlarut dan bersengkarut. Harus cepat dan tepat.

‘’Kita perlu bekerja cepat. Tetapi tetap tertib dan sesuai aturan,” tuturnya dalam rapat di Hotel Eastern Bojonegoro, Selasa (7/72026) pagi.

Dia meminta Kementerian ATR/BPN, Kementerian Pertanian, Kementerian ESDM, pemerintah daerah, SKK Migas, serta perusahaan migas berkolaborasi menyelesaikan itu.

Baca Juga :  Migas Bojonegoro Lesu, Pertanian Bergerak Menumpu

‘’Di tengah kebutuhan energi yang terus meningkat, setiap potensi tambahan produksi migas harus segera direalisasikan,’’ jelasnya.

Purnawirawan Jenderal TNI eks Kepala Staf TNI AD tersebut menekankan, upaya produksi migas dalam negeri harus dikawal secara baik dan didukung bersama.

Dudung menilai, kebutuhan lahan eksplorasi migas Kedung Keris West dan Sumur Banyu Geni, kecil. Tapi kontribusinya sangat besar bagi produksi migas nasional.

‘’Jangan sampai potensi (produksi migas di Bojonegoro, red) sebesar ini tertunda karena proses administrasi,’’ tandasnya.

Dudung juga menegaskan, pemerintah tidak mempertentangkan kepentingan sektor pangan dengan energi. Keduanya prioritas nasional. Jalan beriringan.

“Keduanya agenda strategis presiden.  Lahan pertanian harus dijaga, tetapi kebutuhan energi nasional juga harus dipenuhi,” pungkasnya. (sab/kza)

error: Content is protected !!