BOJONEGORORAYA — Sebagaimana APBD kabupaten/kota lainnya, APBD Bojonegoro tahun ini mengalami penyusutan cukup signifikan.
Namun, hal itu tidak ikut menyusutkan perhatian Pemkab Bojonegoro terhadap kemajuan pendidikan. Misal, program beasiswa mahasiswa tetap jalan.
Tahun ini, ada lima program beasiswa berjalan. Meliputi Beasiswa Pondok Pesantren, Beasiswa Keluarga Miskin, dan Beasiswa Scientist.
Lalu, Beasiswa Sepuluh Sarjana Satu Desa dan Beasiswa Tugas Akhir. Total anggarannya Rp 40,4 miliar (M). Hanya bersumber dari APBD.
Per medio Juli 2026 ini, anggaran lima beasiswa sebesar Rp 40,4 M tersebut telah cair Rp 11,03 M. Diterima 2.832 mahasiswa. Jenjang sarjana.
Terbaru, pencairan dilakukan awal Juli 2026. Mencakup Beasiswa Pondok Pesantren, Keluarga Miskin, Scientist, dan Sepuluh Sarjana Satu Desa.
Ada 2.670 mahasiswa menerima empat program beasiswa disalurkan melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro tersebut. Anggarannya Rp 10,5 M.
Rinciannya, 14 mahasiswa menerima Beasiswa Pondok Pesantren, 113 mahasiswa Beasiswa Keluarga Miskin, 334 mahasiswa Beasiswa Scientist, dan 2.209 mahasiswa Beasiswa Sepuluh Sarjana per Desa.
Dalam seremoni penerimaan empat jenis beasiswa, Kamis (9/7/2026) lalu, Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Nurul Azizah mengemukakan sejumlah hal.
Di antaranya, dia menuturkan, lima program beasiswa digulirkan Pemkab Bojonegoro merupakan salah satu bentuk investasi meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Program beasiswa ini salah satu ikhtiar meningkatkan kualitas SDM,” ujarnya dalam seremoni di Ruang Angling Dharma, Pemkab Bojonegoro itu.
Meskipun besaran APBD turun, lanjut dia, peningkatan kualitas SDM di Bojonegoro melalui pendidikan, tetap prioritas. Seiring pembangunan ekonomi, kesehatan, dan infrastruktur.
Wabup Nurul Azizah berharap, program beasiswa Pemkab Bojonegoro ini dimanfaatkan para penerimanya dengan baik. Hasil atau manfaatnya kentara.
‘’(Berdampak, red) Untuk kemajuan Bojonegoro dan masyarakat luas,’’ tutur wabup asal Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander, Bojonegoro tersebut.
Dalam acara yang sama, Kepala Disdik Bojonegoro M. Anwar Mukhtadlo mengatakan, lima program beasiswa menjadi otoritas pihaknya itu, disalurkan sesuai regulasi.
‘’Yakni, Perbup (Peraturan Bupati, red) Bojonegoro Nomor 45 Tahun 2025,’’ jelasnya.
Para penerima beasiswa, lanjut pejabat akrab disapa Tadlo itu, telah memenuhi aneka syarat yang ditentukan. Divalidasi secara ketat oleh Disdik Bojonegoro.
Perihal beragam saran dan masukan masyarakat mengenai lima program beasiswa yang berjalan, dia menyampaikan banyak terima kasih. Tentu akan dipertimbangkan.
‘’Untuk evaluasi atau perbaikan program ke depan,’’ imbuh eks Kepala Bappeda Bojonegoro tersebut. (sab/kza)

