Buku Historiografi Ki Andong Sari, Warisan Pengetahuan untuk Generasi Ledok Kulon

LAUNCHING: Lurah Ledok Kulon Anton Simbolon menyerahkan buku Historiografi Ki Andong Sari kepada Wabup Nurul Azizah, Minggu (5/72026) sore. (Foto: Yusab Alfa Ziqin/Bojonegoro Raya)

BOJONEGORAYA – Banyak hal baru dalam Haul Ki Andong Sari tahun ini. Mengukuhkan Kelurahan Ledok Kulon, perkotaan Bojonegoro, sebagai kelurahan sarat sejarah serta budaya.

Selain tersaji seni Sandur dan Kentrung khas Ledokan dalam Kirab Pusaka Ki Andong Sari, juga terbit buku mengenai sejarah dan budaya Ki Andong Sari serta tlatah Ledok.

Buku itu perdana. Baru satu-satunya. Berjudul Historiografi Ki Andong Sari. Disusun Pemerintah Kelurahan Ledok Kulon. Bekerja sama dengan Bojonegoro Raya.

Dua di antara tiga jurnalis atau penulis buku tentang lakon Ledok Kulon tersebut, merupakan warga setempat. Lahir di Ledok Kulon. Lekat dengan aliran Sungai Bengawan.

Sesaat sebelum Kirab Pusaka Ki Andong Sari dimulai pada Minggu (5/7/2026) sore, buku Historiografi Ki Andong Sari yang telah terbit cetak dan digital, resmi di-launching.

Lurah Ledok Kulon Anton Simbolon memimpin launching buku tersebut. Disaksikan ratusan warga Ledok Kulon dan para tamu undangan. Termasuk, Wabup Bojonegoro Nurul Azizah.

‘’Buku Historiografi Ki Andong Sari ini kado haul Ki Andong Sari tahun ini,’’ tutur Anton Simbolon dalam kesempatan itu.

Lurah Ledok Kulon akrab disapa Anton itu menegaskan, buku Historiografi Ki Andong Sari mewedar sejarah dan budaya Ki Andong Sari berikut tlatah Ledok secara mendalam.

‘’Disusun berdasarkan data-data sejarah dan wawancara sesepuh (Ledok Kulon, red) sini,’’ terangnya.

Anton berharap, buku Historiografi Ki Andong Sari dapat menjadi acuan masyarakat dan generasi Ledok Kulon dalam memahami Ki Andong Sari serta tlatah Ledok.

‘’Buku (Historiografi Ki Andong Sari, red) ini sarat nilai sejarah dan budaya. Penting untuk masyarakat dan generasi selanjutnya,’’ imbuhnya.

Wabup Nurul Azizah yang menjadi saksi launching-nya buku Historiografi Ki Andong Sari, memberi apresiasi tinggi untuk Pemerintah Kelurahan Ledok Kulon.

Baca Juga :  Senandung Bengawan, Pesta Ria Semarakkan Pariwisata

Menurut dia, langkah Pemerintah Kelurahan Ledok Kulon untuk menyusun buku tentang sejarah dan budaya Ki Andong Sari serta tlatah Ledok, sangat visioner.

‘’Buku ini menjadi karya untuk anak cucu kita. Generasi selanjutnya,’’ ujar mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro itu.

Melalui buku tersebut, lanjut Wabup Nurul Azizah, berbagai hal atau nilai positif yang dilakukan dan ditunjukkan Ki Andong Sari bisa lebih dipahami serta diteladani.

‘’Beliau (Ki Andong Sari, red) adalah tokoh dan leluhur. Kita harus meneladani beliau. Tidak boleh memunahkannya,’’ tuturnya.

Lebih lanjut, Wabup Nurul Azizah menyayangkan buku Historiografi Ki Andong Sari dicetak sedikit. Dia ingin lebih banyak. Dia pun meminta Disbudpar Bojonegoro menindaklanjuti.

‘’Bu Elzadeba, tolong buku ini dicetak lebih banyak. Untuk masyarakat Ledok dan Bojonegoro,’’ pintanya.

Elzadeba Agustina mengangguk dan tersenyum lebar menerima permintaan tersebut. Perempuan kepala Disbudpar Bojonegoro itu seperti sedia menindaklanjuti.

Terpisah, project officer buku Historiografi Ki Andong Sari Khorij Zaenal Assrori mengatakan, pihaknya bersyukur buku tersebut mendapat sambutan dan dukungan baik.

‘’Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kelurahan Ledok Kulon dan Pemkab Bojonegoro,’’ tuturnya.

Jurnalis Bojonegoro Raya ini mengemukakan, buku Historiografi Ki Andong Sari disusun dalam waktu sekitar satu bulan. Namun, pengumpulan materinya sekitar dua tahun.

‘’Insyaallah, buku ini layak jadi acuan. Mewariskan pengetahuan untuk masyarakat. Terutama, Ledok Kulon,’’ imbuhnya. (sab/kza)

error: Content is protected !!