BOJONEGORORAYA – Beasiswa scientist (saintis) lanjutan dan sepuluh sarjana satu desa mulai pencairan. Total nilainya mencapai Rp 10,5 miliar.
Sebanyak 2.670 mahasiswa bakal menerima kucuran anggaran untuk studi pendidikan. Pencairan sesuai nominal uang kuliah tunggal (UKT) di kampus.
‘’Proses pencairan program beasiswa scientist lanjutan dan 10 sarjana per desa,” tutur Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro Anwar Mukhtadlo kepada Bojonegoro Raya pada Rabu (1/7/2026).
Tadho sapaannya membeberkan, data proposal pengajuan beasiswa sudah terekap dan validasi. Tercatat 334 mahasiswa yang memperoleh beasiswa scientist lanjutan.
Sementara, terdata sebanyak 2.209 mahasiswa yang mendapatkan beasiswa sepuluh sarjana satu desa.
‘‘Total jumlah yang menerima sebanyak 2.670 mahasiswa dengan nominal sebesar Rp 10,5 miliar,” tutur mantan kepala badan perencanaan pembangunan daerah (bappeda) tersebut.
Sekretaris Disdik Bojonegoro Zamroni, melalui Kasubbag Umum dan Kepegawaian Eny Kusnuryati menambahkan, masing-masing mahasiswa menerima uang beasiswa sesuai dengan nilai UKT.
Angkanya bervariasi. Pada beasiswa saintis jurusan kedokteran terdapat pembatasan angka Rp 20 juta. Sementara, jurusan teknik maksimal pada nominal Rp 10 juta.
‘’Sesuai nilai UKT yang telah dibayarkan pada semester sebelumnya,” bebernya.

Nilai IPS Mahasiswa Tidak Boleh Turun
Disdik melakukan validasi berkas proposal yang dikirim mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Baik kampus negeri maupun swasta.
Sesuai kriteria yang terdapat dalam klausul beasiswa. Seperti halnya pada beasiswa scientist, mahasiswa harus bisa mempertahankan IPS minimal 3,00.
Menurut Eny Kusnuryati, saat ini petugas masih perekapan sebaran para penerima beasiswa 10 sarjana satu desa.
‘’Kami masih perekapan, terkait masing-masing desa mana saja,” ujarnya.
Gema Romadhoni salah satu mahasiswa universitas di Bojonegoro mengaku telah mencoba mengakses beasiswa sepuluh sarjana satu desa. Namun, mengurungkan niat.
Alasannya, menurut Gema Romadhoni, karena batas waktu penyiapan berkas sudah mepet. Belum menyiapkan surat keterangan dari kampus.
‘’Waktu minta surat keterangan kampus, pas waktu petugasnya keluar kota. Ahirnya tidak jadi mengajukan,’’ ungkapnya.
Dia menceritakan, teman satu kelasnya ada yang mengajukan beasiswa saintis. Namun tidak masuk kriteria. Karena IPS semester sebelumnya di bawah 3,00. Tentu, tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan beasiswa.
‘’Tidak lolos, karena IPS-nya turun,” ujarnya. (man/kza)

