Bupati Wahono Optimistis Geopark Bojonegoro menjadi UGGp, Andreas Memberi Apresiasi

RAMAH TAMAH: Andreas Josef Schuller dan Li Yue dapat cinderamata dari Bupati Wahono dan Wabup Nurul Azizah dalam acara penutupan asesmen UGGp, Jumat (31/7/2026). (Foto: Bag. Prokopim Setda Bojonegoro)

BOJONEGORORAYA — Rangkaian asesmen Geopark Bojonegoro menuju UNESCO Global Geopark (UGGp) resmi berakhir. Acara penutupan digelar di Gedung Putih, Pemkab Bojonegoro, Jumat (31/07/2026). Dihadiri asesor dari UNESCO Andreas Josef Schuller dan Li Yue.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Andreas Josef Schuller dan Li Yue. Dua asesor geopark internasional asal Jerman dan Cina ini telah meluangkan waktu, pikiran, dan tenaga untuk mengasesmen situs-situs Geopark Bojonegoro.

Bupati Wahono mengemukakan, berbagai masukan dan saran Andreas Josef Schuller dan Li Yue dalam asesmen, tentu sangat berharga bagi Pemkab Bojonegoro. Dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan Geopark Bojonegoro, agar memenuhi standar internasional atau UGGp.

“Seluruh masukan dan saran (Andreas Josef Schuller dan Li Yue, red) akan menjadi bekal penting bagi kami untuk terus melakukan penyempurnaan tata kelola Geopark Bojonegoro,’’ ujarnya.

Bupati asal Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro ini berkomitmen, Pemkab Bojonegoro bersama para mitra akan terus melakukan perbaikan dan pengembangan atas Geopark Bojonegoro. Secara berkelanjutan dan sesuai standar internasional atau UGGp.

Dalam kesempatan sama, Bupati Wahono juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras mengelola dan mendukung pengembangan Geopark Bojonegoro. Baik dari unsur birokrasi, tim pakar atau ahli, civitas akademika, hingga komunitas atau organisasi.

Bupati Bojonegoro sejak Februari 2025 ini merefleksi, tujuan utama dari seluruh ikhtiar untuk menaikkelaskan Geopark Bojonegoro menjadi UGGp adalah menghadirkan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

‘’Melalui pengelolaan geopark yang berkelanjutan, kekayaan alam, budaya, dan warisan geologi dapat terlindungi. Sekaligus, menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi masyarakat,’’ tuturnya.

Dengan semangat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, adik Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno ini optimistis, cita-cita Pemkab Bojonegoro menjadikan Geopark Bojonegoro sebagai bagian dari UGGp dapat segera terwujud.

Baca Juga :  Menteri Pratikno Pulang Kampung, Lebaran di Bojonegoro

Sementara itu, Andreas Josef Schuller menyampaikan apresiasi kerja keras Pemkab Bojonegoro dan seluruh pihak dalam mengelola Geopark Bojonegoro. Selama empat hari di Bojonegoro, dia menyaksikan kesungguhan seluruh pihak dalam mempersiapkan asesmen Geopak Bojonegoro menuju UGGp.

‘’Kami mengucapkan selamat kepada Bapak Bupati, Ibu Wakil Bupati dan seluruh tim yang telah bekerja sangat keras selama proses persiapan hingga pelaksanaan evaluasi (asesmen, red) lapangan,’’ ungkap Andreas.

Andreas Josef Schuller mengakui, Geopark Bojonegoro memiliki kekuatan dari berbagai aspek. Mulai dari geologi, geomorfologi, pendidikan, hingga kekayaan budaya. Termasuk, adanya komunitas Samin merupakan kunikan budaya tersendiri, Menjadi identitas khas Geopark Bojonegoro.

Namun demikian, Andreas Josef Schuller mengatakan, Geopark Bojonegoro memiliki beberapa hal yang bisa lebih ditingkatkan atau dikembangkan. Dia sudah merangkumnya semuanya dalam catatan, bagian dari masukan konstruktifnya agar pengelolaan Geopark Bojonegoro lebih maksimal.

‘’Tidak ada geopark yang sempurna. Selalu ada ruang untuk perbaikan dan pengembangan. Berdasarkan diskusi yang telah dilakukan, terdapat beberapa hal yang masih dapat ditingkatkan oleh tim pengelola,’’ jelasnya.

Berikutnya, kata Andreas Josef Schuller, pihaknya akan menyusun laporan objektif dan profesional atas asesmennya terhadap Geopark Bojonegoro. Laporan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan UNESCO untuk menentuan apakah Geopark Bojonegoro patut menjadi bagian dari UGGp.

‘’Kami berharap Geopark Bojonegoro memperoleh hasil terbaik. Semoga, suatu saat kami dapat kembali ke sini dan menyaksikan Geopark Bojonegoro telah resmi menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark (UGGp, red),’’ pungkasnya. (sab/kza)

error: Content is protected !!