Senja Mejeng di Waduk Gongseng, Magnet Penikmat Sunset

MEMESONA: Senja mejeng di Waduk Gongseng. Ronanya menerebos perbukitan. Memantul di perairan. (Foto: Lukman Hakim/Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA – Cahaya senja mejeng di antara celah perbukitan Waduk Gongseng. Memamerkan sinar keemasan membelah air. Gradasi mewarna. Memesona.

Memanjakan mata. Kawula muda saling bercengkerama sebelum malam tiba. Senja, ada cerita di Waduk Gongseng, Bojonegoro.

Panorama alam yang indah itu menjadi magnet penikmat sunset. Para remaja memburu momen singkat sebelum senja tenggelam perlahan oleh perbukitan.

Menyalakan handphone (HP), mengabadikan melalui kamera genggam. Cekrek, foto tertuang dalam layar HP.

‘’Senja yang perlahan tenggelam di antara perbukitan menjadi momen yang indah di Waduk Gongseng ini,’’ tutur Fajar Wicaksono kepada Bojonegoro Raya, Kamis (28/8/2026).

Pemuda asal Desa Sukorejo, perkotaan Bojonegoro itu mengaku penasaran dengan sunset Waduk Gongseng yang beredar di media sosial.

Sehingga, membulatkan niatnya untuk mampir di hamparan air Waduk Gongseng, usai perjalanan dari Kecamatan Gondang.

Para penikmat senja menggelar tikar di tepi waduk yang menyerupai tanjung. Lesehan. Ada juga yang nangkring di jok motor.

Sesekali perahu nelayan melintas. Deru mesin diesel menambah suasana sahdu. Alam Waduk Gongseng yang menakjubkan.

Sementara, sebagian pria paro baya memanfaatkan waduk untuk mancing. Menebar kail, menyapa ikan-ikan Waduk Gongseng.

Waduk meranggas sejak November 2021 itu belum buka secara umum untuk masyarakat. Sehingga, untuk menikmati eloknya pemandangan harus menempuh jalan alternatif.

Menyusuri jalanan hutan dan naik turun perbukitan, turut Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang.

‘’Untuk sampai ke sini harus memutar dahulu, karena gerbang masuk utama waduk belum buka untuk umum,” katanya.

Diketahui, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro berencana menjadikan Waduk Gongseng sebagai destinasi pariwisata baru.

Pembangunan kawasan tersebut rencananya juga bakal melibatkan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Memberdayakan warga lokal untuk mengisi jaring pendukung tecapainya wisata berkelanjutan. Bisa berdampak ekonomis bagi masyarakat.

Baca Juga :  Bus DAMRI Diusulkan Tambah Rute Bojonegoro–Sarangan, Dishub Bojonegoro Sambut Baik

Saat Bojonegoro Raya berkunjung di lokasi terbenamnya senja, UMKM rintisan sedang tumbuh.

Dadang, salah satu pemuda sudah lebih dahulu menyergap peluang. Mengais cuan dari animo warga yang datang.

Dengan motor berpadu rencek di bagian belakang, Dadang menyeduh kopi hingga mi instan. Beberapa varian kopi saset. Melayani pesanan pelanggan.

‘’Sesuai pesanan, selain kopi saya juga menyediakan minuman es,” ujarnya.

Dadang mulai berjualan awal tahun ini, dengan motor ia mengais rezeki. Cuan yang didapatkan paling banyak pada momen liburan dan week day (Sabtu-Minggu). Banyak wisatawan, banyak pesanan berbuah cuan.

‘’Paling ramai Sabtu dan Minggu, setiap sore selalu ramai,” katanya.

Saat sinar surya mulai meredup, warkop portabelnya juga tutup. Dadang kembali pulang, suasana petang tanpa penerangan menjadi alasan. Berbarengan dengan para pengunjung ikut pulang, namun tidak dengan para pemancing. (man/kza)