BOJONEGORORAYA — Kendati banyak proyek besar Pemkab Bojonegoro digarap kontraktor luar daerah, tenaga kerja lokal Bojonegoro tidak boleh dialpakan. Harus dilibatkan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro Machmudi mengemukakan, keharusan tersebut sering ditandaskan oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono.
‘’Itu sudah semacam perintah dari Bupati Wahono,’’ ujarnya kepada Bojonegoro Raya, Kamis (10/9/2026) pagi.
Setiap Rabu, kata Machmudi, Bupati Wahono rutin rapat dengan para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) setempat. Pukul 08.00—10.00 WIB. Di situ ada evaluasi aneka program.
‘’Perihal proyek, banyak yang menjadi atensi beliau. Salah satunya, soal serapan tenaga kerja lokal,’’ ungkapnya.
Jadi, lanjut Machmudi, dia optimistis banyak tenaga kerja lokal terlibat dalam proyek-proyek Pemkab Bojonegoro. Meskipun, proyek tersebut digarap kontraktor luar daerah.
‘’Saat ini, berapa jumlah tenaga kerja lokal terlibat, kami belum tahu. Nanti akhir tahun ada rekapitulasinya,’’ imbuhnya.
Lebih lanjut, eks Kepala Bakesbangpol Bojonegoro ini menyampaikan, sudah ada regulasi mengatur pelibatan tenaga kerja lokal untuk kegiatan usaha di Bojonegoro. Salah satunya, perda konten lokal.
‘’Jadi, kami tidak perlu membuat surat edaran atau semacamnya. Terlebih, bupati sudah memerintahkan,’’ jelasnya.
Machmudi juga merefleksi, dengan pelibatan tenaga kerja lokal dalam proyek-proyek Pemkab Bojonegoro, APBD Bojonegoro punya manfaat langsung untuk warga Bojonegoro.
‘’Artinya, pembangunan berjalan, perekonomian warga juga meningkat,’’ pungkasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, adanya kemungkinan tenaga kerja lokal tidak terserap maksimal dalam proyek-proyek Pemkab Bojonegoro, menjadi atensi DPRD Bojonegoro.
Mengingat, sejumlah proyek Pemkab Bojonegoro—terutama megaproyek—tidak digarap kontraktor lokal Bojonegoro. Melainkan, digarap kontraktor luar daerah. Misalnya, Surabaya.
Tiga megaproyek Pemkab Bojonegoro digarap kontraktor asal Surabaya itu misalnya revitalisasi Pasar Kota Bojonegoro, Alun-Alun Bojonegoro, dan Taman Rajekwesi. (sab/kza)

