BOJONEGORORAYA – Bermukim di tepi Bengawan bukan jaminan bahwa kebutuhan air akan terus tercukupi. Di Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan Bojonegoro misalnya, terjadi kekeringan pada kemarau ini.
Sumur-sumur warga di kelurahan tepi Bengawan itu, krisis air bersih. Warga Kelurahan Ledok Kulon Yamiti mengemukakan, kekeringan di permukimannya saat ini terbilang cukup parah.
‘’Air dari sumur baru keluar dini hari sampai subuh. Kami harus begadang untuk menunggu. Kadang air juga tidak keluar,’’ ujarnya kepada Bojonegoro Raya, Kamis (15/10/2026) siang.
Yamiti meneruskan, kekeringan pada kemarau 2026 ini menjadi sejarah bagi Kelurahan Ledok Kulon. Tahun-tahun sebelumnya, tidak pernah separah saat ini. Entah apa sebabnya. Dia kurang tahu juga.
‘’Kalau jaringan PDAM (Perumda Air Minum Tirta Buana, red) bisa masuk ke sini, mungkin saya mau nyambung pakai itu. Khususnya, saat kemarau seperti ini,’’ imbuhnya.
Lurah Ledok Kulon Anton Simbolon membenarkan bahwa kelurahannya sedang dilanda kekeringan. Pihaknya telah melaporkan kondisi ini ke pihak-pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut.
‘’Kami juga sertakan masukan masyarakat sini yang meminta pintu Bendung Gerak dibuka sebagian,’’ imbuh lurah akrab disapa Anton itu.
Sebagai salah satu tindak lanjut, kata Anton, satu tim dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo telah menilik Kelurahan Ledok Kulon. Melakukan survei di sumur-sumur warga.
‘’Bagaimana hasilnya, kami belum tahu. Apakah krisis air di sumur-sumur ini disebabkan susutnya air Bengawan atau ada faktor lain, kami masih menunggu analisa dan kajian BBWS BS,’’ jelasnya.
Yang sudah jelas, lanjut Anton, dari survei itu diketahui sedikitnya ada 47 sumur warga Kelurahan Ledok Kulon yang krisis air bersih. Tersebar di empat rukun tetangga (RT). Tiga RT di antaranya, berada di tepi Bengawan.
‘’Kemarau tahun ini memang lebih banyak warga kesulitan air. Itu jika dibandingkan dengan kemarau tahun-tahun sebelumnya,’’ imbuh mantan Lurah Ledok Wetan tersebut.
Lebih lanjut, Anton mengatakan, sementara ini kekeringan di Kelurahan Ledok Kulon ditangani secara insidentil. Setiap dua atau tiga hari sekali, ada bantuan air bersih masuk Kelurahan Ledok Kulon.
‘’Bantuan air bersih datang dari BPBD (badan penanggulangan bencana daerah, red), kodim (komando distrik militer, red), dan ormas (organisasi masyarakat, red),’’ terangnya.
Upayakan Pengembangan Jaringan Pipa PDAM hingga Pembangunan SPAM
Laporan Pemerintah Kelurahan Ledok Kulon ke Pemerintah Kecamatan Bojonegoro, telah sampai di meja Camat Bojonegoro David Yudha Prasetya. Laporan mengenai kekeringan itu, telah diatensi.
‘’Saat ini, kami sedang merancang solusi,’’ ujar David Yudha Prasetya saat dihubungi Bojonegoro Raya, Kamis (15/10/2026) sore.
Camat akrab disapa David itu mengemukakan, ada dua solusi sedang dirancang untuk mengatasi kekeringan di Kelurahan Ledok Kulon. Pertama, mengembangkan jaringan pipa PDAM di Kelurahan Ledok Kulon.
‘’Kami sudah koordinasi dengan PDAM terkait hal itu. PDAM akan segera mengecek ketersediaan jaringan pipanya di (Kelurahan Ledok Kulon, red) situ,’’ jelasnya.
David berharap, jaringan pipa tersebut tersedia dan bisa dikembangkan. Sehingga, warga Kelurahan Ledok Kulon bisa berlangganan air di PDAM. Tidak mutlak bergantung pada air tanah via pompa air.
Jika jaringan pipa PDAM tidak tersedia atau tidak bisa dikembangkan, lanjut David, pihaknya akan mengusulkan pembangunan instalasi sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kelurahan Ledok Kulon.
‘’Usulan ini akan kami sampaikan ke Pemkab Bojonegoro untuk ditindaklanjuti oleh dinas terkait,’’ imbuh mantan Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa Setda Bojonegoro itu.
Dengan SPAM, tutur David, air tanah bisa dipompa lebih melimpah dan digunakan secara kolektif via jaringan pipa SPAM. Manajemennya diatur sendiri oleh masyarakat, melalui himpunan penduduk pemakai air minum (hippam).
‘’Dua solusi (PDAM dan SPAM, red) itu yang sedang kami rancang saat ini. Menurut kami, dua itu opsi cukup tepat dan berkelanjutan,’’ pungkas birokrat kelahiran 1979 tersebut.
Direktur PDAM Bojonegoro atau Perumda Air Minum Tirta Buana Khairul Anwar belum memberi keterangan perihal asat Bengawan Bojonegoro—yang notabene merupakan salah satu supplier air PDAM Bojonegoro.
Perihal pengembangan jaringan pipa PDAM di Kelurahan Ledok Kulon, juga belum ada keterangan. Hingga berita ini rampung ditulis Kamis (15/10/2026) sore, dia belum merespons pesan Bojonegoro Raya.
Sekadar diketahui, berita ini sekuel dari berita berjudul Bengawan Bojonegoro Asat, Air Tersedak di Bendung Gerak yang terbit Kamis (15/10/2026) pagi. Silakan baca juga. Klik di sini. (sab/kza).

