BOJONEGORORAYA – Sekitar 100 jip berjejer memenuhi kompleks Gelanggang Olahraga (Gor) Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro. Mobil off-road tersebut bersiap tempur melewati hutan belantara Bojonegoro.
Mobil 4wd tersebut menjadi perhatian warga. Cat bervariasi. Onderdil unik. Ban besar. Hingga kuda besi-sebutan jip tersebut dengan atap dan pintu semiterbuka.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono tiba di lokasi. Bupati putra daerah Desa Dolokgede tersebut menyapa warga. Bergegas membuka Bojonegoro Ofroad and Trail Adventure pada Sabtu (24/10/2026).
Di kampung kelahirannya Desa Dolokgede, off-roader mobil jip start bersiap menyusuri jalan yang landai hingga terjal.
Bojonegoro Ofroad and Trail Adventure menjadi rangkaian Hari Jadi ke 349 Bojonegoro (HJB). Semarak. Peserta off-road banyak dari luar daerah.
Trabas alas. Memacu adrenalin. Menyeberangi sungai hingga hutan. Banyak track atau rute menantang. Event ini rutin setiap tahun. Bojonegoro menjadi venue yang menyenangkan para off-roader.
Wahono mengungkapkan, kegiatan ini bukan sekedar off-road, namun mengunjungi wisata. Menggerakkan ekonomi warga. Sektor pariwisata menjadi bergeliat.
“Kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada panitia yang telah menyelenggarakan acara ini,’’ ungkapnya.
Menurut Wahono, kegiatan ini juga ada agenda bakti sosial. Memberikan sembako kepada warga yang membutuhkan. Serta, cek kesehatan gratis (CKG).


Jelajahi Hutan dan Berwisata
Ma’arif ketua panitia Bojonegoro Ofroad and Trail Adventure mengatakan, kegiatan sudah berlangsung kali keempat. Menyusuri bentang alam Bojonegoro.
Tahun ini perdana start dari Desa Dolokgede, peserta akan melintasi banyak rintangan. Para off-roader melintasi lima kecamatan di Bojonegoro. Mulai Kecamatan Tambakrejo, Ngambon, Sekar, Gondang, dan Bubulan.
“Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi. Promosi wisata dan bentuk kepedulian sosial para komunitas pecinta jip,” ujarnya.
Bojonegoro Ofroad and Trail Adventure kali ini terdapat dua kategori. Kategori ekstrem, lebih banyak rintangan tanjakan dan medan jalan berat. Sementara, kategori fun, rutenya menyesuaikan.
Arif sapaannya membeberkan, selama perhelatan para off-roader akan mengunjungi wisata Negeri Atas Angin di Kecamatan Sekar. Berlanjut, wisata Banyu Kuning di Desa Krondonan, Kecamatan Gondang.
Peserta akan menginap. Menikmati panorama dan kekayaan alam Bojonegoro. Menyenangkan.
“Kami jadwalkan yang berangkat hari ini dari Kecamatan Tambakrejo akan menginap di Atas Angin,” ujarnya.
Perjalanan akan berlanjut keesokan hari atau Minggu (25/10/2026). Pada hari itu, peserta motor trail akan turut melebur. Sebanyak 300 pemotor akan melintasi jalan terjal.

Peserta dari Bandung hingga Bali
Peserta yang mengikuti kegiatan tidak hanya dari lokal. Luar daerah banyak yang berdatangan, seperti Bandung, Jakarta, Surabaya, dan Bali. Serta, komunitas jip asal Mojokerto, Pasuruan, Jember, hingga Banyuwangi.
Bagus salah satu peserta asal Mojokerto mengaku baru kali pertama mengikuti agenda offroad di Bojonegoro. Dia sudah menginjakan kaki di Kota Ledre pada Jumat (23/10/2026).
Menginap terlebih dahulu di salah satu hotel di Kecamatan Kalitidu. Sengaja datang lebih awal. Persiapan dan merasakan Bojonegoro.
“Tertarik ke sini karena ada komunitas. Saling bersolidaritas,” ujarnya. (man/kza)

