Poli Bedah Onkologi RSUD dr. Sosodoro Dajtikoesoemo sudah Bisa Layani Pasien BPJS Kesehatan

TERUS BERKEMBANG: RSUD dr. Sosodoro Djatikoesoemo, aktor utama mimpi medical tourism city. (Foto: Dok. RSUD dr. Sosodoro Djatikoesoemo)
TERUS BERKEMBANG: RSUD dr. Sosodoro Djatikoesoemo, aktor utama mimpi medical tourism city. (Foto: Dok. RSUD dr. Sosodoro Djatikoesoemo)

BOJONEGORORAYA – Mimpi Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menjadikan Bojonegoro sebagai medical tourism city, mulai terwujud perlahan-lahan.

Salah satu aktor utama perwujudan mimpi itu ialah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Sosodoro Djatikoesoemo. RSUD ini terus berkembang di sektor fasilitas maupun pelayanan.

Awal 2026, RSUD ini punya poli bedah onkologi. Baru-baru ini, poli anyar itu sudah bisa melayani pasien yang dikover asuransi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Sehingga, yang bisa mengakses poli bedah onkologi di RSUD tersebut bukan saja mereka yang berduit. Masyarakat prasejahtera peserta BPJS Kesehatan, kini juga bisa.

Direktur RSUD dr. Sosodoro Djatikoesoemo Ani Pujiningrum membenarkan hal ini. Dia memastikan, poli bedah onkologi di RSUD-nya sudah bisa melayani peserta BPJS Kesehatan.

‘’Pelayanan di poli bedah onkologi sudah bisa ditanggung BPJS Kesehatan,’’ ujarnya saat dihubungi Bojonegoro Raya, Selasa (27/10/2026) pagi.

Sejumlah layanan di poli bedah onkologi sudah ditanggung BPJS Kesehatan di antaranya deteksi dini serta diagnostik tumor payudara, kepala leher, thyroid, kulit, dan jaringan lunak.

Lalu, operasi tumor tumor payudara, kepala leher, thyroid, kulit, dan jaringan lunak. Serta, rekonstruksi dan onkoplasti pascaoperasi onkologi.

‘’Untuk layanan kemoterapi, sementara ini masih umum. Belum ditanggung BPJS Kesehatan,’’ imbuh Ani Pujiningrum.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro ini belum dapat mengemukakan kapan layanan kemoterapi bisa diakses peserta BPJS Kesehatan.

‘’Saat ini masih proses verifikasi di BPJS Kesehatan,’’ imbuh pejabat yang juga dokter bergelar magister kesehatan masyarakat itu.

Sekadar diketahui, baru-baru ini layanan jantung dan saraf RSUD dr. Sosodoro Djatikoesoemo juga mendapat penghargaan tingkat nasional. Meraih predikat Saphhire Honor Award.

Adapun, penghargaan itu diberikan oleh Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi). Dengan dengan dua penghargaan dimaksud, RSUD dr. Sosodoro Djatikoesoemo setara dengan RSUD dr. Saiful Anwar, Malang. (sab/kza)

Baca Juga :  Kesaksian Kepala SDN Semanding Bojonegoro: Siswa Kami Lemas, Pucat, Menangis