Banjir Bandang Kembali Terjadi, Menyapu Ngasem dan Kalitidu, Satu Warga Meninggal Dunia

EVAKUASI: Warga saat menggotong jasad Geng yang sudah tidak bernyawa, Sabtu (15/3/2025) malam. (Foto: Istimewa)

BOJONEGORORAYA – Hujan deras mengguyur Bojonegoro sepanjang Sabtu (15/3/2025) malam, membawa petaka. Sungai Gandong meluap. Banjir bandang menyapu Kecamatan Ngasem dan Kalitidu.

Sesuai data BPDB Bojonegoro, ada empat desa di Kecamatan Ngasem diterjang banjir bandang. Meliputi Jampet, Bareng, Ngantru, Wadang. Sementara di Kecamatan Kalitidu, ada dua desa. Yakni Ngujo dan Leran.

Banjir bandang menerjang dua kecamatan itu juga memasuki pemukiman atau rumah warga. Ketinggian airnya variatif—antara 30-50 sentimeter. Total, tercatat 393 keluarga terdampak.

Seorang warga bernama Geng meninggal dunia akibat banjir bandang yang besar dan mengejutkan ini. Dia merupakan warga Dusun Kuce, Desa Ngujo, Kecamatan Kalitidu. Usianya 60 tahun.

Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan dan Logistik BPBD Bojonegoro Agus Purnomo mengatakan, Geng meninggal dunia karena sakit sesak napasnya kambuh saat terjebak banjir bandang.

‘’Korban (Geng, red) berupaya menyelamatakan gabah di rumahnya. Tapi, korban diduga alami sesak napas saat itu. Sampai akhirnya meninggal,’’ ujarnya, Minggu (16/3/2025) pagi.

Terkini, banjir bandang di dua kecamatan itu telah surut. BPBD Bojonegoro dan beberapa instansi lain bahu-membahu membantu warga untuk membersihkan rumah dan lingkungan yang terdampak.

Sebagaimana diketahui, sebelum di Kecamatan Ngasem dan Kalitidu, banjir bandang terjadi di Kecamatan Gondang, Jumat (7/3/2025) petang. Menyapu empat desa. Merusak 17 rumah warga. (sab/kza)

Baca Juga :  Bahan Baku Bioetanol Berpeluang Sorgum, Belum Pernah Dibudidaya di Bojonegoro
error: Content is protected !!