Bupati Bojonegoro Setyo Wahono Kunjungi Warga Desa, Realisasikan Program Kusumo

TANDA SAYANG: Setyo Wahono mencubit halus pipi bocah kecil yang keluarganya menerima Program Kusumo, Jumat (21/3/2025). (Foto: Pemkab Bojonegoro)

BOJONEGORORAYA – Bupati Bojonegoro Setyo Wahono turun ke bawah. Mengunjungi Desa Gamongan dan Mulyorejo, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro, Jumat (21/3/2025).

Dia menilik para warga pada dua desa itu, di rumahnya masing-masing. Terutama para warga lansia tunggal atau terlantar, penyandang disabilitas berat, dan penderita miskin ekstrem

Adapun, agenda di Desa Gamongan dan Mulyorejo tersebut dalam rangka realisasi Program Kunjungan Kasih untuk Masyarakat Bojonegoro (Kusumo). Sebuah program anyar. Gris.

Melalui Program Kusumo tersebut, Wahono tidak sekadar menilik para warga desa lansia tunggal atau terlantar, penyandang disabilitas berat, dan penderita miskin ekstrem.

Namun, juga menyalurkan bantuan sosial kepada warga desa dengan kategori-kategori dimaksud. Suasana kunjungan pun berlangsung hangat. Dekat. Pemimpin dan rakyat, sonder sekat.

Perihal bantuan sosial disalurkan, wujudnya uang tunai. Rp 450.000 untuk warga lansia tunggal atau terlantar dan penyandang disabilitas berat, Rp 900.000 untuk penderita miskin ekstrem.

Alhamdulillah. Program Kusumo telah dapat dimulai. Pertama, di Kecamatan Tambakrejo ini. Berikutnya, di kecamatan lain,” ujarnya, Jumat (21/3/2025).

DEKAT SEKALI: Setyo Wahono menilik dan menyerahkan bantuan untuk warga desa penerima Program Kusumo, Jumat (21/3/2025). (Foto: Pemkab Bojonegoro)

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Bojonegoro (Dinsos) Arwan mengaku bersyukur Program Kusumo bisa mulai direalisasikan pada Maret 2025, bertepatan momen Ramadan.

Arwan menambahkan, Program Kusumo termasuk salah satu program quick wins 100 hari pemerintahan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah.

“Tujuan Program Kusumo ini tidak lain untuk membantu proses rehabilitasi sosial para penerima program,” jelasnya.

Arwan meneruskan, tentu Dinsos Bojonegoro akan melakukan monitoring dan evaluasi kepada para penerima program ini. Minimal, dua bulan sejak program berjalan.

Monitoring dan evaluasi ini untuk melihat kebermanfaatan Program Kusumo,” terangnya.

Untuk diketahui, dalam realisasi Program Kusumo perdana ini, Wahono didampingi sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Termasuk, Camat Tambakrejo Kasmari. (sab/kza)

Baca Juga :  Miliaran Uang Judol di Balik Perceraian di Bojonegoro
error: Content is protected !!