Petani di Jalur Pipa Minyak Bumi, Merawat Padi–Menjaga Distribusi Energi

BERPERAN GANDA: Kusnanto saat menilik sawahnya, Selasa (15/4/2025) pagi. Sekaligus menilik keamanan dan keselamatan jalur pipa minyak bumi Lapangan Banyu Urip. (Foto: Yusab Alfa Ziqin/Bojonegoro Raya)

Kusnanto bukan petani biasa. Di sela merawat padi, dia juga menjaga pipa minyak bumi. Berperan ganda untuk negara.

BOJONEGORORAYA – Hamparan padi di Desa Jelu, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, sudah menguning. Batang-batangnya tidak lagi tegak. Sudah sama merunduk. Sebab, digelayuti bulir-bulir gabah pulen, siap dipanen. 

Kusnanto pemilik sepetak sawah tersebut. Kala menilik, hatinya berbunga. Dia masih ingat, pada musim panen sebelumnya, hamparan padi di sawah yang sama, hasilnya memuaskan. Jadi pundi rezeki baginya. Berkontribusi untuk stok pangan negara.

Warga Dusun Gempol Garut, Desa Jelu itu berharap, padi yang saat ini siap dipanen, hasilnya bakal memuaskan pula. Dia sudah pasti, merawat padi merupakan jalan rezeki. Sekaligus, cara mengabdi kepada negeri.

“Saya berharap, hasil panennya nanti sekitar 1,5 ton,” tuturnya saat ditemui, Selasa (15/4/2025) pagi.

Lepas dari permenungan perihal padi di sawah itu, Kusnanto beranjak. Dia ganti menilik pipa dialiri minyak bumi yang ditanam ExxonMobil Cepu Limited dekat sawahnya dengan kedalaman  sekitar 1,5–2 meter di bawah tanah.

Bagi Kusnanto, pipa dialiri minyak bumi dari Lapangan Banyu Urip itu berharga. Harus dijaga agar senantiasa lancar fungsinya. Yakni, mendistribusikan minyak bumi untuk kebutuhan energi negeri.

Beberapa hari lalu, Kusnanto dapat kabar di forum Jagong Tani. Pipa gas milik Petronas di Selangor, Malaysia, bocor dan meledak pada hari kedua Lebaran 2025. Api besar berkobar. Puluhan rumah rusak. Puluhan orang cedera. Betapa.

Kusnanto dan para sejawat di Jagong Tani tidak ingin insiden semacam itu terjadi. Jadi, mereka betul-betul berkomitmen menjaga pipa minyak bumi di wilayahnya masing-masing. Agar, selalu aman. Tidak sempat membahayakan.

“Semua petani di Jagong Tani sepakat menjaga pipa minyak bumi ini bersama-sama. Dengan begitu, kami merasa aman,” imbuhnya.

Baca Juga :  Jejer Sejajar dan Bermartabat, Anak Disabilitas Melukis Kanvas

Diketahui, Jagong Tani merupakan forum pertemuan para petani yang sawahnya bersinggungan dengan pipa minyak bumi Lapangan Banyu Urip. Sediktinya, ada 600 petani terlibat. Berasal dari enam kecamatan se-Bojonegoro.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Inspektra yang didukung ExxonMobil Cepu Limited, merupakan fasilitator forum Jagong Tani. Setiap bulan, para petani berbagi masalah dan angen-angen pertanian dalam forum ini.

Para petani juga intens bicara ihwal keselamatan dan keamanan pipa minyak bumi Lapangan Banyu Urip yang mengular sepanjang 95 kilometer dari Kecamatan Gayam, Bojonegoro hingga lepas pantai Kecamatan Palang, Tuban.


Direktur LSM Inspektra Handoko membenarkan hal itu. Dia menambahkan, selama ini para petani sangat aktif memastikan keamanan dan keselamatan pipa yang dialiri minyak bumi dari Lapangan Banyu Urip.

Selain menegur dan melaporkan setiap aktivitas yang membahayakan pipa minyak bumi Lapangan Banyu Urip, para petani juga sering melakukan tindakan teknis untuk melindungi pipa dimaksud.

“Salah satunya, para petani sering memperbaiki pematang penanda jalur pipa. Ketika pematang itu rusak tergerus air,” ungkapnya.

Sebagai penghubung antara para petani dengan ExxonMobil Cepu Limited, Handoko meneruskan, pihaknya akan memastikan para petani konsisten menjaga keamanan dan keselamatan pipa minyak bumi Lapangan Banyu Urip.

“Kami sudah membuat materi-materi komunikasi agar para petani selalu ingat apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di jalur pipa,” imbuhnya.

Lebih dari itu, lanjut Handoko, ExxonMobil Cepu Limited sendiri cukup preventif perihal keamanan dan keselamatan pipa minyak bumi Lapangan Banyu Urip. Paling kentara, telah memasang rambu-rambu di sepanjang jalur pipa.

“Rambu-rambu itu sebagai pengingat bagi siapapun. Agar tidak melakukan aktivitas membahayakan di jalur pipa,” pungkasnya. (sab/kza)

Baca Juga :  Optimalkan Pendapatan, Pemkab Bojonegoro Ingin Otoritas Pajak Migas
error: Content is protected !!