Jejer Sejajar dan Bermartabat, Anak Disabilitas Melukis Kanvas

TERTARIK: Anak-anak Desa Blimbinggede saat mengunjungi pameran seni Jejer Sejajar dan Bermartabat, Kamis (21/5/2026) siang. (Foto: Dok. Agus Dot)

Anak-anak penyandang disabilitas Bojonegoro melukis kanvas. Karyanya tersaji dalam pameran seni. Tujuh hari.

BOJONEGORORAYA — Rumah sederhana di Desa Blimbinggede, Kecamatan Ngraho itu menjadi galeri seni. Dinding ruangnya dihiasi lukisan berbagai genre, bermacam ukuran.

Rumah sederhana itu milik Agus Urip Wijianto, seniman rupa Bojonegoro. Bekerja sama dengan aneka pihak, dia menghelat pameran seni rupa di rumah yang juga sanggarnya: Dot Art.

‘’Pameran seni rupa di rumah ini bertajuk Jejer Sejajar dan Bermartabat,’’ ujar Agus Urip Wijianto kepada Bojonegoro Raya, Kamis (21/5/2026) siang.

Pameran seni rupa tersebut, kata Agus Dot sapaannya, dibuka pada Rabu (20/5/2026) kemarin. Akan berakhir Rabu (27/5/2026) mendatang. Total, ada 150 karya seni rupa tersaji.

‘’Semuanya karya lukisan. Tidak ada yang kriya,’’ imbuh seniman asli Desa Blimbinggede itu.

Yang istimewa, sebanyak 150 lukisan itu karya anak-anak penyandang disabilitas dan para seniman di Bojonegoro. Ada juga karya anak disabilitas dari Grobogan serta Yogyakarta.

‘’Dari Grobogan satu anak. Dari Yogyakarta, dua anak,’’ terangnya.

Seniman rupa kelahiran 1983 tersebut meneruskan, dari Bojonegoro, sedikitnya ada 20 anak penyandang disabilitas yang terlibat dalam pameran seni rupa Jejer Sejajar dan Bermartabat.

Sebagian besar merupakan siswa-siswi Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Kalirejo, Kecamatan Ngraho. Sebagian kecil, siswa-siswi SLB Tut Wuri Handayani, Kecamatan Kapas.

‘’Lukisan mereka rerata memvisualkan pemandangan alam dan ekspresi diri,’’ jelasnya.

Agus Dot melanjutkan, 20 anak penyandang disabilitas Bojonegoro yang menjadi seniman utama dalam pameran seni rupa Jejer Sejajar dan Bermartabat rerata alami hambatan pendengaran.

‘’Ada satu anak yang alami hambatan penglihatan. Tapi bisa melukis. Bagus. Lukisannya abstrak,’’ ungkapnya.

Anak dimaksud, lanjut dia, melukis dengan insting kuat. Memilih warna menggunakan aroma parfum. Merah beraroma mawar. Putih beraroma melati. Setiap warna, beda aroma.

Baca Juga :  Seniman Minta Pemkab Bojonegoro Tidak Cuma Bangun GOR, Tapi Juga Gedung Kesenian

‘’Dia benar-benar istimewa. Namanya Azkia. Siswi SLBN Kalirejo,’’ jelasnya.

Seniman rupa pengagum Affandi itu berharap, pameran Jejer Sejajar dan Bermartabat berdampak baik bagi anak-anak penyandang disabilitas. Menumbuhkan kepercayaan diri.

‘’Setiap anak punya bakat dan potensi, termasuk anak penyandang disabilitas. Patut diwadahi, dikembangkan,’’ tuturnya.

Selain itu, Agus Dot juga berharap, melalui pameran Jejer Sejajar dan Bermartabat, anak-anak penyandang disabilitas meraih perhatian lebih dari pemerintah maupun masyarakat.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro Elzadeba Agustina mengapresiasi terselenggaranya pameran seni Jejer Sejajar dan Bermartabat.

Rabu (20/5/2026) kemarin, dia menghadiri pembukaan pameran tersebut. Kata dia, pameran itu sangat bagus. Layak mendapatkan perhatian dan dukungan.

Untuk diketahui, sejumlah pihak yang bekerja sama dengan Agus Dot dalam pameran Jejer Sejajar dan Bermartabat ialah Komunitas Sangrupa, Lentera Inklusif Nusantara, Seniman Nusantara.

Selain itu, Disbudpar Bojonegoro, Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro, dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Bojonegoro juga turut andil. Punya peran. (sab/kza)

error: Content is protected !!